Jawa TimurProbolinggo

Pos Pantau Randupangger Kosong, Warga Soroti Truk dan Bus Bebas Melintas di Kota Probolinggo

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Keberadaan pos pantau di sejumlah titik strategis di Kota Probolinggo menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, pos yang seharusnya difungsikan sebagai titik pengawasan arus lalu lintas, khususnya kendaraan besar, diduga kerap kosong tanpa kehadiran petugas kepolisian.

Kondisi tersebut memicu dugaan adanya lemahnya pengawasan terhadap truk bertonase besar dan bus yang bebas melintas di jalur dalam kota, Sabtu (14/3/2026).

Salah seorang warga Kota Probolinggo, Hasan, menilai minimnya pengawasan di lapangan membuat kendaraan berat semakin leluasa menerobos kawasan perkotaan yang seharusnya mendapat pengendalian ketat.

Menurutnya, keberadaan truk dan bus di jalur dalam kota tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan keresahan karena dinilai membahayakan pengguna jalan lain, terutama pengendara roda dua dan pejalan kaki.

“Kalau pos pantau kosong terus, wajar kalau kendaraan besar berani masuk kota. Seolah-olah tidak ada pengawasan sama sekali,” ujar Hasan.

Hasan mengungkapkan, kendaraan berat kerap terlihat melintas pada jam-jam tertentu, bahkan di ruas jalan yang padat aktivitas masyarakat. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas fungsi pos pantau serta peran aparat dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

Selain berpotensi memicu kemacetan, masuknya truk dan bus ke jalur perkotaan juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas dinilai dapat merusak badan jalan dan memperpendek usia pakai aspal, sehingga berimbas pada meningkatnya biaya pemeliharaan infrastruktur daerah.

Warga pun mendesak pihak terkait, khususnya aparat kepolisian dan instansi perhubungan, agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di lapangan. Kehadiran petugas di pos pantau dinilai penting untuk memastikan kendaraan besar tidak sembarangan melintas dan tetap mematuhi aturan yang berlaku.

“Jangan sampai masyarakat menilai ini sebagai bentuk pembiaran. Kalau memang ada aturan, maka harus ditegakkan secara konsisten,” kata warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, menjelaskan bahwa untuk sementara personel digeser untuk menempati pos pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat.

“Untuk sementara anggota digeser untuk menempati pos pam Ops Ketupat. Untuk truk yang menerobos masuk kota tetap kami lakukan penindakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Marjono, saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum memberikan tanggapan. whatsApp nya centang satu alias di blokir sama beliau.

Masyarakat berharap ada langkah nyata agar fungsi pengawasan benar-benar berjalan optimal, demi menjaga keselamatan pengguna jalan serta ketertiban lalu lintas di wilayah perkotaan.

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button