Prof. Jefri Bale: Saatnya Undana Berakar di NTT, Berkiprah di Dunia

BeritaNasional.ID, KUPANG — Sosok Prof. Jefri Bale, kini menjadi salah satu figur dalam bursa calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana).
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade mengabdi, Prof. Jefri tampil dengan visi besar yang tidak hanya membidik pengakuan internasional, tetapi juga berpijak pada kebutuhan lokal Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Setelah status unggul ini kita raih, tentu kita harus maju ke depan untuk membawa Undana menjadi universitas yang setara dengan universitas top dunia, yang berakar pada kebutuhan masyarakat lokal NTT,” ungkap Prof. Jefri, 20 Agustus 2025.
Sejak awal meniti karier akademik di Undana, Prof. Jefri dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan di Program Studi Teknik Mesin (2015–2017), kemudian dipercaya menjadi Ketua Program Studi Teknik Mesin (2017–2022).
Pengalaman itu berlanjut ketika ia dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama (Warek IV) untuk periode 2022–2026.
Tidak hanya itu, Prof. Jefri juga terlibat dalam tata kelola universitas. Ia pernah menjadi bagian dari Satuan Pengawas Internal (SPI), serta terlibat aktif di LP2M dan LP3M, termasuk memimpin persiapan BLU Undana dan akreditasi universitas.
“Semua pengalaman ini membentuk saya, sehingga saya memiliki modal yang kuat untuk maju sebagai salah satu calon rektor,” urainya.
Prof. Jefri hadir dengan visi “World Class Local Relevant University”, sebuah gagasan yang menggabungkan reputasi internasional dengan relevansi lokal. Ia menekankan, transformasi Undana harus selaras dengan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Jangan sampai kita hanya fokus di kualitas SDM, sementara dharma penelitian dan pengabdian pada masyarakat terabaikan. Semua harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Menurutnya, Undana harus menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar “penonton” dalam pembangunan nasional.
“Jangan sampai kita tidak turut serta menjadi bagian dari Indonesia emas,” imbuhnya.
Saat ini, Undana telah meraih status akreditasi unggul, sebuah capaian yang disebut Prof. Jefri harus terus dipertahankan. Baginya, akreditasi bukan sekadar prestasi, melainkan tolak ukur kualitas pengelolaan perguruan tinggi.
“Itu adalah pengakuan akademik yang menjadi keharusan, agar kita tahu posisi kita dan bisa mengukur kualitas secara objektif,” jelasnya.
Prof. Jefri memastikan dirinya siap secara administratif maupun moral. Dukungan keluarga, rekan kerja, serta pengalaman panjang menjadi modal besar untuk maju dalam bursa calon rektor.
“Ini bukan sekadar pencalonan, tetapi sebuah misi transformasi. Saya ingin Undana melangkah lebih jauh, menjadi universitas unggul, berdampak, dan berkelanjutan,” tandasnya.
Prof. Jefri bertekad membawa Undana menjadi universitas kelas dunia yang tetap berpijak pada kebutuhan lokal.*
(Alberto)



