Program SPHP Terancam Gagal, Lambannya Verifikasi Bulog Dikeluhkan Pedagang

BeritaNasional.ID, Medan – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digadang-gadang pemerintah untuk menekan harga beras di pasar terancam tidak efektif. Hingga pertengahan Agustus 2025, banyak kios pangan dan pedagang di Kota Medan belum bisa mengorder beras SPHP karena proses verifikasi lapangan oleh Bulog berjalan lamban.
Keterlambatan ini membuat stok beras SPHP di lapangan terbatas. Sementara itu, harga beras di pasaran tetap bertahan di level tinggi. Berdasarkan pantauan di sejumlah warung beras berbagai merek masih dijual di kisaran Rp82.000–Rp85.000 per kemasan 5 kilogram.
“Kami sudah ajukan pendaftaran dari awal bulan, tapi sampai sekarang belum diverifikasi. Padahal harga beras masih tinggi. Kalau seperti ini, percuma program SPHP,” ujar salah satu pedagang di Medan yang enggan disebutkan namanya, Jumat (15/8/2025).
Sejumlah pedagang lain mengaku kecewa karena tidak ada kepastian dari pihak Bulog terkait waktu verifikasi. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus berlarut-larut, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap program pemerintah tersebut. (Bernas)



