AdvedtorialDPRD Prov SulbarSulawesi Barat

Realisasi APBD 2025 di Sektor Ekonomi Mateng Capai 76% – 99%, Komisi II Dorong Digitalisasi

BeritaNasional. ID MATENG SULBAR–Komisi II DPRD Kabupaten Mamuju Tengah menyelesaikan Pembicaraan Tingkat I Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Pembahasan berlangsung 8-10 Juli 2026 di Ruang Komisi II Gedung DPRD Mamuju Tengah. 10 Juli.

‎Rapat Dengar Pendapat ini melibatkan 13 mitra kerja Komisi II, di antaranya BPKPAD, DPMPTSP Koperasi UKM, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas DLH, Bapperida, dan Bagian Ekonomi.

‎Ketua Komisi II, Yulius Sanusi, memimpin pembahasan bersama Wakil Ketua Muh. Rizal, Sekretaris Nuriman, SP., SH, dan anggota lainnya.

‎Tujuan Pembahasan untuk mengevaluasi kesesuaian pagu dengan realisasi belanja dan pendapatan setiap OPD, serta mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

‎Hasil Pembahasan Mitra Komisi II:

‎1. DPMPTSP, Koperasi dan UKM

‎ Pagu Rp1,940 Miliar, realisasi Rp1,778 Miliar atau 91,62%. Komisi II mendorong bimtek perencanaan, pemutakhiran data UMKM, dan percepatan Forum Konsultasi Publik investasi.

‎2. Bagian Ekonomi dan SDA

‎ Pagu Rp350 Juta, realisasi Rp345 Juta atau 98,62%. Rekomendasi utama: percepat pembentukan BUMD dan lakukan studi banding tata kelola BLUD Air Bersih ke Dinas PU.

‎3. Bagian Administrasi Pembangunan

‎ Pagu Rp255 Juta, realisasi Rp254 Juta atau 99,66%. Disarankan membuat aplikasi terpadu untuk pertanian, pajak, retribusi, serta program unggulan multi years.

‎4. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

‎ Pagu Rp7,586 Miliar, realisasi Rp6,936 Miliar atau 91,43%. Sisa anggaran dipengaruhi mutasi pegawai dan penundaan kegiatan fisik seperti JUT. Diminta memasukkan 6 desa rawan pangan dalam perencanaan perubahan.

‎5. Dinas Kopperindag

‎ Pendapatan Rp142 Juta dari target Rp160 Juta atau 88,75%. Belanja Rp3,246 Miliar dari pagu Rp3,382 Miliar atau 95,97%. Perlu regulasi pengelolaan pasar dan peningkatan PAD retribusi berbasis data.

‎6. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa

‎ Pagu Rp815 Juta, realisasi Rp791 Juta atau 97,05%. Komisi II menyoroti tingginya belanja sewa mobil Rp72 Juta dan biaya internet LPSE Rp177 Juta. Disarankan efisiensi dan audit bandwidth.

‎7. BPKPAD

‎ Pendapatan daerah Rp597,51 Miliar dari target Rp588,81 Miliar atau 101,48%. PAD capai 119,33%. Namun pajak hotel dan BPHTB masih rendah. Ketergantungan pada dana transfer masih 94%. Belanja terealisasi 94,81%. Didorong digitalisasi retribusi dan percepatan MPP.

‎8. Dinas PUPR

‎ Pendapatan Rp6,37 Miliar dari target Rp8,52 Miliar atau 74,77%. Belanja Rp30,61 Miliar dari pagu Rp35,72 Miliar atau 85,69%. Retribusi PBG hanya 34,32%. Didorong percepatan penyelesaian tunggakan air bersih Rp1 Miliar.

‎9. Dinas Perhubungan

‎ Pendapatan Rp100 Juta dari target Rp190 Juta atau 52,63%. Belanja Rp2,44 Miliar dari pagu Rp2,55 Miliar atau 95,60%. Komisi II meminta digitalisasi pembayaran parkir dan pemetaan ulang titik parkir.

‎10.Bapperida

‎ Pagu Rp4,45 Miliar, realisasi Rp4,04 Miliar atau 90,91%. Diminta memperkuat perencanaan berbasis data dan menjadikan hasil riset sebagai dasar kebijakan.

‎11.Dinas Perikanan

‎ Pendapatan Rp75 Juta dari target Rp100 Juta atau 75,06%. Belanja Rp3,64 Miliar dari pagu Rp3,71 Miliar atau 98,30%. Didorong optimalisasi balai benih dan diversifikasi PAD sektor perikanan.

‎12. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

‎ Pagu Rp11,37 Miliar, realisasi Rp8,75 Miliar atau 76,95%. Sisa besar Rp2,62 Miliar disebabkan lambatnya penyelesaian ganti rugi tanah. Diminta percepat verifikasi dan koordinasi pembebasan lahan.

‎13. Dinas Lingkungan Hidup

‎ Pendapatan Rp202 Juta dari target Rp256 Juta atau 78,71%. Belanja Rp6,53 Miliar dari pagu Rp6,68 Miliar atau 97,87%. Didorong digitalisasi retribusi sampah melalui aplikasi SIMARASA dan peningkatan kepatuhan wajib retribusi.

‎Secara umum penyerapan belanja OPD sudah baik, sebagian besar di atas 90%. Namun masih ada PR besar terkait rendahnya capaian PAD, besarnya SILPA di program strategis, kualitas perencanaan, dan ketergantungan pada dana pusat.

‎Komisi II merekomendasikan:

‎1. Perencanaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

‎2. Digitalisasi pemungutan pajak dan retribusi.

‎3. Pemutakhiran data wajib pajak/retribusi.

‎4. Percepatan pembentukan BUMD.

‎5. Penguatan monitoring, evaluasi, dan koordinasi lintas OPD agar anggaran benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. (hms/Hms)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button