DaerahEkonomiHeadlineJawa TimurRagamSitubondo

Refleksi Setahun Mas Rio–Mbak Ulfi, Situbondo Mulai Panen Kepercayaan Investor dan Tekan Kemiskinan

BeritaNasional.id, SITUBONDO — Genap setahun memimpin Kabupaten Situbondo, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah menghadapi ujian berat: efisiensi anggaran nasional, dinamika fiskal daerah, hingga tantangan bencana. Namun, di tengah tekanan tersebut, sejumlah indikator ekonomi dan sosial justru menunjukkan pergerakan positif. Minggu (1/3/2026).

Momentum satu tahun kepemimpinan keduanya ditandai dengan kegiatan bertajuk <span;>“Lapor Rakyatku: Sataon Mas Rio dan Mbak Ulfi Bawa Situbondo Naik Kelas” di Alun-Alun Situbondo. Puluhan ribu takjil dibagikan kepada warga, disertai buka puasa bersama yang menjadi ruang refleksi sekaligus forum komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Setahun ini adalah fase konsolidasi. Kami memulai dalam situasi yang tidak mudah. Ada efisiensi anggaran, dinamika fiskal, bahkan bencana. Tapi tantangan bukan alasan untuk berhenti melayani,” ujar Mas Rio di hadapan ribuan warga.

Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Mas Rio–Mbak Ulfi mengarahkan kebijakan pada stabilitas dan penguatan sektor riil. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Situbondo menembus Rp1,04 triliun tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Menurut Mas Rio, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik. “Ini soal kepercayaan. Ketika investor percaya, lapangan kerja ikut terbuka,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,28 persen pada 2025. Peningkatan aktivitas ekonomi turut mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik menjadi Rp320,97 miliar.

Pemerintah daerah menilai tren ini menjadi fondasi penting untuk memperluas program sosial dan pembangunan infrastruktur.“Pertumbuhan ini harus berdampak pada kesejahteraan warga, bukan hanya bagus di atas kertas,” tegasnya.

Perbaikan ekonomi berdampak pada indikator sosial. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,02 persen, sementara angka kemiskinan menurun ke level 11,17 persen.

Mbak Ulfi menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor. “Penurunan ini bukan kerja satu dua orang. Ada kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ujarnya.

Sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi tulang punggung daerah. Produksi pangan dan hasil laut meningkat sepanjang 2025. Pemerintah daerah menegaskan komitmen menjaga keberpihakan pada petani dan nelayan melalui perlindungan harga dan dukungan sarana produksi.

“Kami ingin petani dan nelayan merasa tenang bekerja, karena negara hadir melindungi mereka,” kata Mbak Ulfi.

Di tengah keterbatasan anggaran, pembangunan fisik tetap berjalan bertahap. Rehabilitasi sekolah, perbaikan jalan, pembangunan rumah layak huni, hingga pengembangan Bandara KASA KHR As’ad Syamsul Arifin terus dilakukan.

“Pembangunan infrastruktur adalah investasi masa depan. Mungkin tidak langsung terasa, tapi manfaatnya jangka panjang,” ujar Mas Rio.

Di sektor pariwisata, pendekatan pembangunan mulai bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan ke penguatan kualitas destinasi. Wisata heritage, bahari, dan minat khusus disiapkan secara bertahap agar pertumbuhannya lebih berkelanjutan.

“Kami tidak ingin pariwisata tumbuh cepat tapi rapuh. Yang dibangun adalah fondasi jangka panjang,” katanya.

Selain capaian ekonomi, pemerintah daerah membuka berbagai kanal aduan untuk mempercepat respons terhadap keluhan warga. Mbak Ulfi menekankan pentingnya pemerintah yang mudah dijangkau.

“Aspirasi bisa datang dari mana saja, dan itu harus kita dengar. Pemerintah harus hadir dan bisa dihubungi,” tuturnya.

Sepanjang tahun pertama, Pemkab Situbondo meraih puluhan penghargaan tingkat provinsi dan nasional. Namun, Mas Rio menilai penghargaan bukan tujuan utama.

“Penghargaan tertinggi adalah kepercayaan masyarakat. Kalau rakyat percaya, itu jauh lebih penting,” tegasnya

Satu tahun kepemimpinan Mas Rio–Mbak Ulfi menjadi pijakan awal menuju visi “Situbondo Naik Kelas”. Fondasi telah dibangun, tantangan masih terbentang, dan empat tahun ke depan akan menjadi ujian konsistensi arah pembangunan yang telah dirintis.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button