Daerah

Resah, Warga Desa Munjing Digegekan Aksi Teror

BeritaNasional.ID, Pacitan – Di tengah mewabahnya pandemi virus Corona atau Covid-19 warga Desa Mujing Kecamatan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur akhir-akhir ini di gegerkan dengan adanya sosok teror manusia tidak bertangung jawab untuk memperkeruh suasana ketenangan warga setempat.

Kabar yang beredar manusia yang tidak bertangung jawab itu akan melakukan pencurian. Bahkan dengan adanya isu tersebut saat ini warga melakukan penjagaan ketat disetiap lingkungannya setiap malam hari secara bergantian.

Saat dikonfirmasi kebenaran dari kejadian tersebut Kepala Desa Mujing, Sutarno mengatakan bahwa kondisi saat ini di desanya masih kondusif, ia menilai bahwa teror-teror tersebut hanya dilakukan oleh oknum tidak bertaggung jawab untuk memperkeruh suasana.

“Kami akan mengklarifikasi terkait adanya isu teror-teror itu ternyata tidak ada, mungkin teror-teror tersebut memperkeruh suasana lingkungan. Alhamdulillah dengan adanya teror tersebut tiap-tiap lingkungan kami harapkan untuk selalu waspada dan juga menerapkan ronda lingkungan disetiap lingungan,”katanya, Sabtu (30/5/2020).

Bahkan belum lama ini juga sempat mengegerkan warga kampung kususnya Dusun Gumper, ada salah satu rumah warga yang menjadi sasaran. Menurut kabar yang beredar teror menumpahkan salah satu tempat air di belakang rumah warga.

Sontak menjadi pencarian puluhan masa mulai dari Kepala Desa serta karang taruna dan warga kampung. Namun, setelah dilakukan penelusuran hingga kesemak-semak pun tidak ada yang menemukan jejaknya.

“Itu memang betul berada di Dusun Gumper akan tetapi ketika kami bersama karang taruna dan warga itu yang katanya rumah salah satu warga di obrak abrik ternyata itu tidak benar, setelah kami ke lokasi. Ternyata cuma tempat air yang berada dibelakang rumah tumpah,”imbuhnya.

Sutarno menegaskan bahwa aksi teror tersebut dimungkinkan hanya membuat resah warga saja. Kemudian setelah warga mengetahui bahwa itu hanya isu untuk menakut-nakuti warga saat ini masyarakat sudah tenang.

“Sekali lagi itu mungkin hanya untuk memberikan ketakutan kepada warga masyarakat. Namun, ketika warga sudah tau itu cuma isu ahirnya masyarakat sudah tenang lagi,”tegas, Sutarno.

Menyikapi antusiasme masyarakat melakukan ronda setiap malamnya lanjut Sutarno, guna mengantisipasi jika adanya pencuri yang masuk wilayah Desa Mujing, sebab melihat kondisi saat ini perekonomian lagi genting akibat dampak Covid-19.

“Penjagaan ini ya untuk mengantisipasi karena perekonomian terutama dengan adanya Covid-19 ini semakin gawat, ini penjagaan kami lakukan yang pertama untuk mengantisipasi masuknya pencuri-pencuri yang mau masuk Desa Mujing,”jelaanya.

Dia juga memprediksi dengan adanya berbagai perusahaan yang tutup dan banyaknya orang di PHK serta sulitnya mencari selembar uang. Tidak menutup kemungkinan melakukan aksi pencurian ditambah kurangnya pengalaman.

“Prediksi kami ini dikota sudah ditutup perusahaan dan banyak orang-orang yang di PHK dan bahkan orang tersebutkan sulit mencari uang untuk makan. Ahirnya satu-satunya mungkin karena orang tersebut kurang pengalaman ahirnya mencuri,”ucap Kepala Desa Mujing dua periode itu.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close