Daerah

Retribusi Destinasi Wisata Di Kawasan BKSDA Tidak Masuk PAD

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Laporan Disparbudpora tentang kenaikan jumlah wisatawan, tidak seimbang dengan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena pemasukan dari sector pariwisata sangat minim.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Mulyadi, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan memang lebih terpusat di kawasan Ijen, tepatnya di Paltuding.

“Namun pengelolanya bukan Disparbudpora, tapi kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Kunjungan wisata di Bondowoso, lanjutnya, memang meningkat, tapi lebih banyak ke Paltuding Kawah Ijen. Sementara pengelolanya adalah BKSDA, yang penghasilannya masuk APBN, bukan pada ABPD Pemkab Bondowoso.

Ditambahkan, setelah retribusi masuk APBN, kemudian Pemkab Bondowoso mendapatkan persentase dari hasil teribusi. Oleh karena itu, pendapatan dari retribusi tersebut tidak masuk kategori PAD.

Dari destinasi wisata Paltuding yang ditetapkan sebagai TWA oleh Pemerintah Pusat, Pemkab Bondowoso hanya mendapat bagian dari parkir saja. Dan jumlahnya sangat minim sekali. Jadi PAD-nya dari parkir.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Sinung Sudrajat mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Pihaknya akan berupaya melobi BKSDA dan Kementerian Lingkungan Hidup, agar pendapatan wisata Palduding masuk PAD.

“Dalam waktu dekat, kami akan berkonsultasi dengan BKSDA dan Kementerian Lingkungan Hidup, agar pendatan  destinasi wisata yang berada di kawasan BKSDA, bisa masuk PAD,” janjinya.

Fraksi PDI Perjuangan menyoroti fenomena meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kawah Ijen yang belum berdampak signifikan pada peningkatan PAD. Fraksi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk segera merumuskan langkah konkret dalam menggali potensi PAD dari sektor pariwisata. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button