Revitalisasi Trotoar Rp40 Miliar di Kota Probolinggo Disorot, Kondisi Fisik Diduga Bermasalah

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Proyek revitalisasi trotoar di Kota Probolinggo yang menelan anggaran sekitar Rp40 miliar menjadi sorotan publik. Pasalnya, meski belum lama dikerjakan, kondisi fisik trotoar di sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan dan ketidaksesuaian standar.” Sabtu (3/1/26).
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan trotoar tampak tidak rata, bergelombang, dan tidak sejajar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas. Selain itu, sejumlah batu pelapis terlihat retak, pecah, bahkan terlepas dari susunannya.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan terkait kualitas material yang digunakan, metode pengerjaan, hingga pengawasan proyek yang bersumber dari anggaran publik tersebut.
Ketua Ormas Squad Nusantara Probolinggo Raya, Bambang, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi trotoar yang dinilai belum layak. Ia menilai kerusakan yang muncul dalam waktu singkat menjadi indikasi perlunya evaluasi menyeluruh.
“Pekerjaannya baru selesai, tapi sudah terlihat banyak kerusakan. Permukaan tidak rata dan batu-batu banyak yang pecah. Ini tentu membahayakan masyarakat,” ujar Bambang. Ia mendesak pemerintah daerah agar melakukan evaluasi secara terbuka, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Jawa Timur, Wahyu Wibowo, saat dikonfirmasi memberikan klarifikasi singkat. Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan bahwa proyek revitalisasi trotoar tersebut belum sepenuhnya rampung.
“Proyeknya belum selesai,” kata Wahyu.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan langkah konkret dan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap proyek infrastruktur yang dibiayai uang negara dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, diawasi secara ketat, serta benar-benar memberikan manfaat dan rasa aman bagi publik.
(Yul/Bernas)



