DaerahPolewali MandarSulawesi Barat

Rumah Kemasan Jadi Angin Segar, Pelaku UMKM Apresiasi Pembinaan Cepat Kadis Perindag Polman

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR–Komitmen percepatan pembinaan pelaku usaha langsung ditunjukkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Polewali Mandar, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur. Tidak menunggu program kerja 100 hari, dalam kurun waktu 10 hari sejak dilantik, Ia berhasil merealisasikan pembinaan terhadap 100 pelaku UMKM.

Langkah cepat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap tagline Bupati Polewali Mandar dalam penguatan program “UMKM yang Baik”, sekaligus memastikan pelaku usaha kecil dan menengah memperoleh pendampingan sejak tahap awal pengembangan usaha.

Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur menegaskan bahwa pembinaan UMKM tidak boleh berjalan lambat, mengingat sektor ini merupakan salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.

“UMKM harus hadir sebagai usaha yang tertata, berkembang, dan memiliki daya saing.

Karena itu, pembinaan harus segera dilakukan agar pelaku usaha memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Pembinaan yang dilakukan meliputi pendataan pelaku usaha, pendampingan administrasi usaha, penguatan kapasitas produksi, hingga dorongan peningkatan kualitas produk dan kemasan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Program tersebut mendapat respon positif dari pelaku UMKM. Ayu Latief pemilik usaha sayuran jenis Selada di Kediri kec Wonomulyo, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan serta fasilitas rumah kemasan yang dihadirkan Dinas Perindagkop dan UMKM Polman.Jelas Ayu saat mendatangi rumah kemasan untuk mbuat Label produk. Jumat  6 Februari.

Menurutnya, keberadaan rumah kemasan membantu pelaku usaha meningkatkan tampilan produk sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Selama ini kami mengalami kendala pada desain dan kualitas kemasan produk.

Setelah mendapat pendampingan dan memanfaatkan rumah kemasan, produk kami terlihat lebih menarik, lebih rapi, dan lebih siap dipasarkan,” ujarnya.

Ia juga menilai pembinaan yang dilakukan tidak hanya sebatas pendataan, tetapi benar-benar memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari pengurusan administrasi usaha hingga peningkatan kualitas produksi.

Capaian pembinaan terhadap 100 UMKM dalam waktu 10 hari ini menjadi langkah awal Dinas Perindagkop dan UMKM Polewali Mandar untuk memperluas jangkauan pendampingan, sekaligus memastikan UMKM di daerah tersebut mampu tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (Hikma/Un)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button