ACEH

Sahuti Aksi PILAR, Begini Pernyataan Wakil Ketua DPRK Aceh Besar

Beritanasional.Id, Kota Jantho – Aksi demontrasi yang digelar oleh PILAR (Pageu Wilayah Aceh Besar) di Lingkungan Kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Rabu (27/11/19) mendapat respon dan dukungan penuh dari pihak Eksekutif dan Legislatif setempat.

Sebanyak delapan poin yang diajukan oleh PILAR dalam aksi damai tersebut seketika ditandatangani oleh Bupati Aceh Besar, H . Ir. Mawardi Ali dan Ketua DPRK beserta Wakil dan segenap Anggota Dewan yang hadir menyambut Masyarakat Aceh Besar yang tergabung dalam PILAR tersebut.

Artinya, Aksi yang digelar oleh para Mahasiswa, Ormas dan elemen masyarakat Aceh Besar itu, membuahkan hasil manis sebagaimana yang diharapkan. Tak cuma itu, sebuah responsif yang tidak dapat diabaikan adalah sikap dan dukungan para Legislatif setempat yang melihat apa yang dituntut PILAR perlu didukung dengan sepenuh hati, mengingat persoalan tersebut makin hari terus berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat khususnya di Kecamatan Lhoknga.

Bakhtiar, ST wakil Ketua I DPRK Aceh Besar yang dikonfirmasi melalui saluran telpon, Rabu sore, mengatakan dirinya atas nama anggota dewan Kabupaten  Aceh Besar mendukung penuh tuntutan yang diajukan PILAR dalam aksi demontrasi tersebut, mengingat permasalahan dimaksud terkesan tidak mendapat respon baik dari pihak yang harus bertanggungjawab.

Bupati Aceh Besar H Ir Mawardi Ali, tampak kompak dengan para legislatif dan peserta demo, saat makan bersama di halaman kantor bupati setempat. Rabu siang tadi. Foto: Alan.

“Apa yang dituntut adek adek dari PILAR tadi adalah sebuah keniscayaan, sebab efek yang dampak  sudah semakin parah dirasakan oleh masyarakat, kita mendukung penuh upaya upaya sebagaimana yang dituntut itu, makanya langsung kita teken secara bersama sama dengan Eksekutif tadi,” kata Bakhtiar.

Lebih lanjut kata Bakhtiar, sebenarnya persoalan itu bukan lah permasalahan yang baru mencuat ke permukaan publik, melainkan hal itu sudah berulangkali ditangani oleh berbagai pihak termasuk pihak Legislatif Aceh Besar di periode lalu, namun pihak terkait selalu terkesan buang badan dengan dalih pergantian manajemen perusahaan.

“Sudah dua kali kami datangi pabrik semen itu, tapi selalu mereka berdalih sedang proses perubahan manajemen, al hasil permasalahan itu tidak kunjung diselesaikan,” timpal Bakhtiar lagi.

Mahasiswa, ormas dan okp yang tergabung dalam PILAR bergerak menuju Kantor Bupati Aceh Besar saat melakukan aksi demontrasi, Rabu (27/11/19). Foto: ist.

Bakhtiar berpendapat, bahwa sedikitnya ada dua pihak yang wajib bertanggungjawab terkait dengan sejumlah hal yang dikeluhkan masyarakat Lhoknga saat ini, yakni PT PT Solusi Bangun Andalas, terkait dengan optimalisasi realisasi CSR, menjaga lingkungan gunung dan mengantisipasi aktivitas pengeboman yang dapat merusak struktur air tanah, sedangkan pihak lainnya adalah Pemerintah Aceh. Dimana Pemerintah Aceh harus mendesak perusahaan pemilik Batu bara yang tumpah ke laut akibat kecelakaan tongkang beberapa waktu lalu supaya  segera dibersihkan sisa Batu bara tersebut.

” Kalau kita melihat duduk persoalannya ini, ada dua pihak yang wajib bertanggungjawab yaitu pihak PT Solusi Bangun Andalas dan Perusahaan pemilik batu bara yang tumpah ke laut saat itu, tentunya Pemprov Aceh yang berwenang dalam mendesak mereka (perusahaan pemilik batu bara yang tumpah),” demikian ujar Bakhtiar.

Pada kesempatan tersebut, Bakhtiar juga sempat membocorkan, kalau Legislatif Aceh Besar akan segera mengambil sikap tegas untuk menangani permasalahan tersebut dengan menggelar Pansus.

“Secara detil akan diumumkan oleh ketua DPRK  besok (Kamis) dalam rapat paripurna pengesahan Qanun APBK tahun 2020 di Jantho,” demikian jelas dan pungkas politisi Partai Aceh ini.

Sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya, sebanyak 150 peserta Rabu pagi melakukan aksi demontrasi di Kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, aksi tersebut dilakukan dalam rangka mengadu dan menuntut pihak yang terlibat serta upaya menyelamatkan Kecamatan Lhoknga dari malapetaka  yang diduga diakibat oleh  aktivitas PT Solusi Bangun Andalas selama ini yang melakukan pengeboman secara tidak ramah, akibatnya sejumlah sumber air bersih warga mulai berdampak kering drastis.  Selain itu hamburan Batu bara pasca kecelakaan tongkang milik salah satu perusahaan di Laut lhoknga dan tidak dilakukan penanganan secara efektif, sejumlah dampak negatif juga sedang menyerang laut Lhoknga dan Biota laut setempat.

Aksi demontrasi itu berjalan dengan tertib dan tampak akrab antara pendemo dan pemerintah Kabupaten Aceh Besar, bahkan hingga menggelar makan siang bersama di hamparan rumput halaman Kantor Bupati setempat, dimana Bupati Aceh Besar, Ketua DPRK dan Anggotanya ikut makan siang di tengah terik matahari siang itu.

Selanjutnya Pemerintah Aceh Besar dan unsur Legislatif setempat menandatangani sejumlah petisi yang diajukan PILAR dalam aksi tersebut.

Sebanyak delapan petisi yang diajukan yakni, 1. Rekomendasikan wilayah Pucok Krueng Raba Kecamatan Lhoknga sebagai Kawasan Benteng Alam Karst, sumber mata air yang harus dilindungi, 2. Tidak mengeluarkan rekomendasi dan izin untuk perluasan dan penambahan areal pertambangan PT. Solusi Bangun Andalas di Kecamatan Lhoknga dan Leupung, 3. Mendesak PT Solusi Bangun Andalas segera melaksanakan reklamasi dibekas area tambang untuk memulihkan dan melindungi lingkungan hidup, 4. Menjamin ketersediaan dan pemanfaatan sumber air untuk kebutuhan masyarakat kecamatan Leupung, 5. Meninjau ulang penggunaan sumber air Kecamatan Leupung untuk kepentingan industri PT Solusi Bangun Andalas, 6. Mendesak PT Solusi Bangun Andalas untuk memberi ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak akibat kerusakan ekosistem laut serta pesisir akibat tumpahan batu bara,  7. Memastikan PT Solusi Bangun Andalas bertanggungjawab penuh melakukan pemulihan ekosistem laut serta pesisir yang disebabkan tumpahan batu bara, 8.DPRK Aceh Besar harus membentuk Pansus untuk menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat yang berkaitan dengan PT Solusi Bangun Andalas. (Alan)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close