Sekda Budiar : Bukan Sekadar Pawai! Pagak Manunggal Hadirkan Budaya, Kebersamaan & Peluang Ekonomi

BeritaNasional,ID. Kabupaten Malang -Suasana Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, berubah menjadi sangat meriah pada Sabtu (22/8/2026) malam. Ribuan warga dari berbagai penjuru berbondong-bondong memadati sepanjang jalur pawai, ingin menyaksikan langsung kemeriahan Pagak Manunggal Carnival. Pesta warga ini menjadi puncak dan bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan Bersih Dusun Bandarangin yang sudah dinanti-nantikan.
Pemandangan yang tampak sungguh memukau. Berbagai penampilan dan kreasi warga tampil dengan penuh warna, banyak yang mengangkat nuansa budaya lokal yang kental dan khas daerah setempat. Lebih dari sekadar tontonan seru, pawai ini memperlihatkan satu hal yang lebih berharga: betapa kuatnya ikatan gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat. Semua tampak berpartisipasi, saling bantu, dan bekerja sama demi terselenggaranya acara yang indah ini bukti bahwa tradisi kebersamaan belum luntur oleh waktu.
Turut hadir memeriahkan suasana, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., yang datang bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Malang, Ny. Sari Widiyanti Budiar, serta jajaran Forkopimcam Pagak. Kehadiran mereka menambah semangat warga dalam menyambut perayaan tersebut.
Dalam kesempatannya, Budiar menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas antusiasme dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, perayaan Bersih Dusun bukan sekadar seremonial biasa ini memiliki makna yang sangat dalam. Di atas segalanya, ini adalah cara warga menjaga warisan budaya yang diwarisi dari para leluhur, sekaligus menjadi sarana terbaik untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga.
“Tradisi seperti ini sangat penting untuk terus dijaga dan dilestarikan, agar budaya leluhur tidak hilang terbawa zaman. Namun yang jauh lebih penting dari itu semua, nilai kebersamaan, kerukunan, dan saling peduli yang tumbuh di sini itulah kekayaan yang harus terus kita pelihara dan pertahankan bersama,” ujar Budiar di tengah suasana kemeriahan.
Ia juga menyampaikan harapannya agar generasi muda semakin banyak yang terlibat aktif dalam menjaga tradisi lokal. Anak-anak muda adalah penerus estafet kebudayaan ini. Jika mereka cinta dan turut merawatnya, maka nilai-nilai luhur serta budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi sebelumnya akan tetap hidup, berkembang, dan tidak punah ditelan perubahan zaman.
Tak hanya bicara soal budaya dan kebersamaan, Budiar juga menyoroti dampak nyata yang dirasakan warga dari kegiatan ini. Keramaian yang luar biasa tentu membawa berkah tersendiri bagi perekonomian warga. Pelaku UMKM di sekitar desa bisa memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk unggulan mereka sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Saya berharap kegiatan yang penuh makna seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun. Selain menjaga tradisi dan mempererat silaturahmi, dampaknya sangat positif bagi warga. Termasuk membuka peluang yang luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang, dikenal lebih banyak orang, dan ikut menggerakkan roda perekonomian di desa,” tambahnya.
Budiar menegaskan, kegiatan yang mampu memadukan pelestarian budaya, kebersamaan antarwarga, daya kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi rakyat seperti ini patut terus didukung dan didorong. Pemerintah Kabupaten Malang pun siap mendorong agar beragam potensi lokal yang ada di desa-desa dapat terus dikembangkan dan ditampilkan ke khalayak yang lebih luas.
Pagak Manunggal Carnival pada akhirnya menjadi bukti nyata yang tampak di mata semua orang: tradisi lokal masih sangat dicintai dan mendapat tempat yang istimewa di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar pawai dan hiburan semata, kegiatan ini menjadi ruang yang luas bagi warga untuk menyalurkan kreativitas, merapatkan ikatan persaudaraan, serta menggerakkan semangat untuk maju bersama — menjaga warisan leluhur sambil melangkah menuju masa depan yang lebih baik. (den/ady)



