Selama Festival Muharrom, Uang Yang Beredar Sekitar Rp3 Milyard

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Salah satu momen yang dijadikan sarana oleh Bupati KH. Abd. Hamid Wahid dan Wabup Ra As’ad Syafi’I Yahya untuk menggerakkan perputaran roda ekonomi adalah Festival Muharrom.
Kegiatan tahunan ini merupakan instrumen untuk memperingati tahun baru Islam sekaligus menghidupkan kehidupan ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Festival Muharrom digelar selama 1 minggu.
Panitia Festival Muharrom mengestimasikan, selama seminggu diperkirakan uang yang beredar Rp3 Milyard. Yang berasal dari peserta pameran dan pedagang yang berjualan di sekitar area pagelaran.
Wabup Lora As’ad, sapaannya mengatakan, berdasarkan laporan dari Panitia, perputaran uang selama Festival Muharrom sekitar Rp3 Milyard. Milyarardan uang tersebut hasil penjualan UMKM selama seminggu.
“Festival Muharrom bukan hanya memperingati tahun baru Islam, tapi juga dijadikan untuk menggerakkan perekonomian UMKM,” kata pejabat yang juga sebagai Ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU) ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengatakan bahwa estimasi transaksi sebesar Rp3 miliar merupakan akumulasi aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.
“Baik UMKM yang ikut meramaikan Festival Muharrom maupun UMKM yang berjualan di sekitar alun-alun. Festival Muharram tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan dan pelestarian budaya,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, kegiatan tersebut juga dijadikan instrumen untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas literasi keuangan syariah, serta mendorong pengembangan industri halal di Bondowoso.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Festival Muharram juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia melalui program Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA). Kolaborasi tersebut membuat rangkaian kegiatan festival tidak hanya berfokus pada pameran UMKM saja. (Syamsul Arifin/Bernas)



