Nusa Tenggara Timur

Siapa Pengganti Prof. Maxs Sanam? Ini 4 Kandidat Rektor Undana yang Siap Bertarung

BeritaNasional.ID, KUPANG — Pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025–2029 resmi memasuki tahap krusial. Panitia Pemilihan Rektor menyatakan bahwa empat bakal calon telah lolos verifikasi administrasi tanpa kekurangan sedikit pun.

Rapat pleno yang digelar Kamis (28/8/2025) di lantai III Gedung ICT Undana itu menjadi momentum penting sebelum proses berlanjut ke tingkat senat universitas.

Ketua Panitia Pemilihan, Prof. Simon Sabon Ola, memastikan bahwa tahapan verifikasi berlangsung lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Seluruh dokumen persyaratan lengkap. Tidak ada kekurangan, sehingga tidak perlu dilakukan perpanjangan waktu pendaftaran,” ujar Prof. Simon usai rapat pleno.

Usai tahap ini, nama keempat bakal calon akan dibawa ke rapat senat Undana yang dijadwalkan pada 3 atau 4 September 2025 untuk disahkan menjadi calon rektor resmi.

Setelah itu, nama-nama tersebut akan diteruskan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk pemilihan final.

“Sesuai regulasi, menteri memiliki hak suara 35 persen dalam pemilihan final,” jelas Prof. Simon, menegaskan pentingnya proses akhir di tingkat kementerian.

Dari hasil penjaringan, muncul fakta menarik: seluruh bakal calon berasal dari internal Undana dan tidak ada keterwakilan perempuan.

“Ini menunjukkan konsolidasi internal kampus cukup solid. Namun catatannya, belum ada perempuan yang maju dan tak ada pelamar dari luar Undana,” kata Prof. Simon menambahkan.

Fenomena ini menjadi sorotan tersendiri mengingat isu kesetaraan gender dan inklusivitas kerap digaungkan dalam lingkungan akademik.

Keempat bakal calon yang lolos verifikasi merupakan akademisi senior dengan rekam jejak panjang di Undana:
1. Prof. Jefri S. Bale – Wakil Rektor IV, dikenal dengan inovasi di bidang pengembangan sistem informasi akademik.
2. Prof. Apris Adu – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, sosok yang identik dengan program kesehatan masyarakat berbasis riset.
3. Prof. Melkisedek Taneo – Dekan FKIP, figur berpengaruh dalam pengembangan kualitas pendidikan dan guru di NTT.
4. Dr. Hamzah H. Wulakada – Ketua Prodi S2 Ilmu Sosial, dikenal dengan gagasan tentang penguatan studi sosial dan humaniora di Undana.

Panitia memastikan bahwa seluruh proses berjalan tertib, cepat, dan tanpa hambatan teknis, sebuah sinyal positif bagi transparansi dan kredibilitas pemilihan kali ini.

Dengan empat nama kuat di arena, dinamika pemilihan rektor Undana diprediksi akan menghangat menjelang rapat senat awal September dan tahap final di Jakarta.

Pertarungan ini bukan sekadar soal visi-misi, tetapi juga soal dukungan internal senat, strategi lobi, dan pengaruh jejaring akademik yang akan menentukan arah kepemimpinan Undana empat tahun mendatang.

Pemilihan rektor Undana kali ini menjadi perhatian luas, bukan hanya di lingkup kampus, tetapi juga di kalangan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang menaruh harapan besar pada transformasi pendidikan tinggi.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button