ACEH

Soal Medan Magnet di Jalan Blang Bintang, Bupati Akui “Ngarang”

Beritanasional.Id, Kota Jantho– Tentunya anda masih ingat isu medan Magnet yang disebarkan dalam bentuk video melalui media sosial dan akhirnya jadi viral didunia maya awal bulan Januari lalu. Alhasil Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, mengakui kalau isu tersebut hanya karangannya semata untuk memarik minat masyarakat mengunjungi wilayah tersebut.

Dikutip dari sebuah video striming melalui youtube dan diproduksi Atjeh TV, edisi Rabu, 29 Januari 2020. Bupati Mawardi Ali, sempat menyebutkan bahasa kasar kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan DESDM Aceh karena membongkar fakta yang sebenarnya di lokasi yang sempat diviralkannya melalui potongan vidio melalui media sosial itu.

“Tapi Pemerintah Aceh melalui DESDM kurang hajar dia, membunuh semangat wisata yang ada di Aceh Besar,” sebut bupati dengan nada sedikit bergurau.

Menurut Bupati Mawardi Ali, apa yang dilakukannya itu merupakan salah satu upaya untuk menarik minat publik supaya berkunjung ke Aceh Besar.

“Hal seperti ini juga dilakukan di wilayah wilayah lain, contohnya di Padang tentang cerita Maling kundang, ngak ada itu. Di Aceh cerita Amat rang manyang, secara penelitian tidak pernah ada itu, itu hanya cerita rakyat yang kemudian booming,” jelas Bupati Mawardi lagi di Video berita Atjeh TV dengan judul “Bupati Sebutkan Pemprov terlalu “Gatal”.

Sebagaimana diketahui, sekitar awal Januari 2020 lalu, sebuah video berdurasi beberapa menit viral di media sosial. Dalam video tersebut tampak mobil Harryr warna hitam ber nopol BL 1 L, mobil tersebut adalah kendaraan dinas Bupati Aceh Besar, tampak mundur ke belakang. Dalam video tersebut selain diisi dengan gambar juga diisi dengan suara menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung dan suara tersebut mirip suara Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

Namun, tempo beberapa hari, Pemerintah Aceh melalui DESDM melakukan penelitian terhadap dugaan ada Medan magnet di jalur Jalan Blang Bintang – Krueng Raya itu. Ironisnya, hasil penelitian diketahui bahwa di sana tidak terdapat medan Magnet sebagaimana yang disebutkan di Video yang diduga dibagiakan oleh Bupati Aceh Besar itu. Tetapi, gaya tarik yang ditimbulkan terhadap kendaraan yang melintas disebabkan oleh kehelengan atau elevasi permukaan jalan antara titik satu dengan titik lainya terdapat elevasi hingga 4 meter. Informasi tersebut sempat diberitakan oleh sejumlah media masa lakal dan nasional.

Artinya, dayatarik mundur kendaraan dalam kondisi netral, bukan akibat daya tarik magnet melainkan akibat kehelengan permukaan tanah. Usai pernayataan tersebut beredar, isu medan Magnet di jalan Blang Bintang itu pun pudar.

Memang, pada awal beredarnya video isu medan Magnet tersebut, cukup banyak masyarakat yang datang berkunjung ke lokasi tersebut, meski banyak yang menyadari isu tersebut hanya hayalan semata pemilik video yang beredar.

Namun karena diketahui yang menyampaikan informasi tersebut adalah seorang pimpinan daerah, maka tidak ada yang membantah (sebelum ada hasil penelitian) khawatir bila hal tersebut benar adanya.

Amatan media ini, dari sejumlah pengunjung yang datang, tidak ada yang mengabadikan kunjungannya dan memposting ke dunia maya, kecuali hanya sekedar dijadikan bahan humor semata. Seperti yang diuanggah oleh salah seorang warga Aceh Besar baru baru ini, menggunakan kendaraan roda dua sambil melaju, mengaku kendaraanya mengalami daya tarik medan magnet, padahal dirinya sedang melaju seperti biasa.

Kecuali itu, tidak beredarnya video serupa dari pihak publik dikhawatirkan akan terkena sanksi Undang Undang ITE “memyebarkan kabar bohong bila kenyataannya tidak sebagaiamannya diviralkan”.

Namun, Publik juga bertanya apakah informasi yang disebarkan oleh Bupati Aceh Besar terkait dengan isu ada Medan Magnet di jalan Blang Bintang tidak termasuk sebuah khabar bohong ?, jika itu tergolong Khabar bohong yang disebarkan melalui dunia maya, mengapa tidak ditindak ?. (Alan)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close