Tahun Ini Dinas BSBK Fokuskan Pemeliharaan Jalan dan Pembangunan SDA

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Akibat kebijakan efisiensi dari Pemerintah Pusat, banyak inftastruktur jalan di Bondowoso tidak tertangani secara maksimal. Oleh karena itu untuk memperkecil resiko kecelakaan Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) mengusulkan pada Komisi III DPRD penambahan anggaran.
Disamping penambahan aggaran tersebut untuk pemeliharaan jalan, juga untuk mencegah kerusakan jalan yang semakin hari semakin parah di berbagai wilayah di Kabupaten dengan sebutan Kota Tape ini.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengatakan, sesuai arahan Bupati KH. Abd. Hamid Wahid, pada tahun 2026 ini, pembangunan difokuskan pada pemeliharaan rutin jalan dan Sumber Daya Air (SDA).
Menurutnya, penanganan sejak dini jauh lebih efektif dibanding menunggu kerusakan berkembang menjadi kategori berat. Pemeliharaan rutin tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Namun kondisi kerusakan yang ada saat ini belum bisa sepenuhnya tertangani karena keterbatasan anggaran. Karena itu kami mengusulkan tambahan dukungan anggaran agar penanganan bisa lebih maksimal,” kata Ansori.
Ia menjelaskan, sebagian besar program yang direncanakan Dinas BSBK pada tahun 2026 sudah berjalan dengan capaian sekitar 98 hingga 99 persen. Hanya beberapa ruas yang masih menunggu penyelesaian proses pengadaan sehingga belum dapat dilaksanakan.
Selain mengandalkan anggaran daerah, Dinas BSBK juga mengoptimalkan program hibah aspal untuk membantu perbaikan jalan di desa-desa. Pada tahun 2025, Kabupaten Bondowoso menerima hibah sebanyak 250 drum aspal yang kemudian dialokasikan sesuai kebutuhan dan hasil survei teknis di lapangan.
Ansori menegaskan, pemerintah kabupaten hanya menyediakan material aspal, sedangkan desa dapat berpartisipasi dengan menyiapkan tenaga kerja dan dukungan pelaksanaan lainnya. Desa-desa yang membutuhkan program tersebut dipersilakan mengajukan usulan kepada Dinas BSBK untuk selanjutnya dilakukan verifikasi oleh tim teknis.
“Kami akan melihat langsung kondisi lapangan dan menghitung kebutuhan aspal yang diperlukan. Penyalurannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di masing-masing lokasi,” kata Ansori kepada sejumlah wartawan. (Syamsul Arifin/Bernas)



