Tahun Pertama Kepemimpinan Falent Kebo, PAD TTU Tembus Rp64,7 Miliar

BeritaNasional.ID, KEFAMENANU – Memasuki tahun pertama kepemimpinan Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, kinerja keuangan daerah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Hingga pertengahan Desember 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten TTU telah mencapai 79,28 persen atau sebesar Rp64,7 miliar.
Capaian tersebut berdasarkan data per 17 Desember 2025 dan dinilai menjadi salah satu indikator positif keberhasilan pengelolaan keuangan daerah di era pemerintahan Bupati Falent Kebo.
Peningkatan realisasi PAD ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja fiskal daerah yang semakin terarah dan terukur.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari arah kebijakan Bupati Yoseph Kebo yang secara konsisten menekankan penguatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi potensi pajak dan retribusi.
Dalam berbagai kesempatan, Bupati TTU selalu mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk bekerja lebih disiplin, transparan, dan inovatif dalam menggali sumber-sumber PAD.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda TTU, Trinimus Olin, mengatakan bahwa realisasi PAD yang telah mencapai 79,28 persen mencerminkan kerja terukur dan konsisten pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan lokal.
“Realisasi PAD kita sudah berada di angka 79,28 persen. Ini menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Trinimus, Senin (22/12/2025), sebagaimana dilansir RRI.
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2024, PAD TTU hanya mencapai sekitar Rp48 miliar lebih dari target Rp62 miliar dengan tingkat capaian sekitar 77 persen.
Sementara pada tahun anggaran 2025, realisasi PAD melonjak signifikan hingga menembus angka Rp64,7 miliar dari target sebesar Rp81 miliar.
Trinimus menambahkan bahwa capaian tersebut masih bersifat sementara dan masih berpeluang meningkat hingga akhir tahun anggaran 2025.
Saat ini, proses penagihan pajak daerah masih terus berjalan dan sejumlah potensi pendapatan dipastikan akan masuk dalam waktu dekat.
Pemerintah Kabupaten TTU optimistis hingga 31 Desember 2025, realisasi PAD dapat mencapai kisaran 81 hingga 82 persen dari target yang telah ditetapkan.
Optimisme ini didukung oleh adanya piutang pajak daerah yang segera dibayarkan, termasuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari PLN dengan estimasi penerimaan sekitar Rp400 juta.
Selain itu, klaim pembayaran BPJS Kesehatan atas pelayanan kesehatan di RSUD Kefamenanu juga dijadwalkan akan masuk dalam satu hingga dua hari ke depan dan diproyeksikan mampu mendongkrak realisasi PAD TTU secara signifikan.
Jika seluruh potensi pendapatan tersebut terealisasi, PAD TTU diperkirakan dapat mencapai kisaran Rp66 hingga Rp67 miliar.
“Jika semua potensi itu terealisasi, PAD kita bisa berada di kisaran Rp66 hingga Rp67 miliar,” kata Trinimus.
Ia berharap peningkatan PAD ini dapat memperluas ruang fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara.
Di sisi lain, Bupati TTU Yoseph Falentinus Delasalle Kebo menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan pendapatan daerah agar semakin akuntabel, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga TTU.*
Alberto


