Jawa BaratNasionalPemerintahanReligitasikmalaya

Tasikmalaya Siapkan 35 Masjid Jadi Posko Mudik Lebaran 2026

Beritanasional.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya meluncurkan program layanan khusus bagi pemudik. Sebanyak 35 masjid di jalur utama wilayah tersebut kini difungsikan sebagai Posko Mudik Ramah dan Nyaman.

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama bersama Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, dengan tujuan memberikan fasilitas istirahat yang layak sekaligus bernuansa religius bagi masyarakat yang pulang kampung.

Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, M.M., menyebutkan bahwa posko mudik terbagi menjadi dua jenis: posko hasil swadaya masyarakat dan posko yang digagas bersama Kemenag. “Ada sembilan titik utama yang langsung berkolaborasi dengan Kemenag, tersebar di kawasan strategis seperti Ciawi, Kadipaten, Rajapola, Salawu, Manonjaya, hingga Cipatujah,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Masjid yang dipilih adalah rumah ibadah dengan akses langsung ke jalur kabupaten maupun provinsi. Ahmad Patoni menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian warga Tasikmalaya untuk memberikan manfaat di bulan suci. Pelaksanaannya melibatkan jajaran KUA, madrasah negeri dan swasta, penyuluh agama, serta dukungan organisasi masyarakat seperti Ansor, FKDT, BKPRMI, NU, Muhammadiyah, dan lainnya.

Posko mudik berbasis masjid ini diharapkan menjadi tempat singgah yang nyaman bagi pemudik. Selain menyediakan ruang salat yang bersih, posko juga diarahkan untuk memberikan layanan informasi jalur mudik, tempat beristirahat, serta suasana kekeluargaan khas Tasikmalaya.

“Harapannya, para pemudik merasa disambut dengan hangat ketika melintasi Tasikmalaya. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menebar kebaikan sekaligus mempererat ukhuwah,” kata Ahmad Patoni.

Dengan hadirnya 35 posko tersebut, jalur mudik di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan bukan hanya sekadar lintasan perjalanan, melainkan juga ruang pertemuan yang memperkuat kebersamaan antara warga lokal dan para pendatang.

Laporan: Chandra Foetra S.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button