Tiga Tokoh Turun Kondusipkan Kaligedang

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Warga Dusun/Desa Kaligedang Kecamatan Ijen ngamuk. Gara-gara Shr ditangkap saat bekerja di lading. Mereka menilai, penangkapan tersebut tidak prosedural dan Polisi dinilai telah melakukan penculikan.
Sebagai gantinya, Warga Desa Kaligedang ‘menyerbu’ Mapolsek Ijen dan menjadikan Kapolsek Suherdi sebagai ganti Shr. Tragedi ini mendapat perhatian husus dari Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir.
Untuk mengkodusipkan suasana, ahirnya politisi senior ini langsung menemui warga Kaligedang bersama Kapolres AKBP Harto Agung Cahyono dan Wabup Ra As’ad Syafi’I Yahya. Kondisi yang semula memanas menjadi kondusip.
Dhafir, sapaannya, sangat mengapresiasi cara humanis Polres Bondowoso dalam menyelesaikan ketegangan yang berawal dari penangkapan salah satu warga Kaligedang. “Sepertinya ada yang sengaja membuat suasana panas, sehingga polisi bertindak humanis,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Ada yang mengabarkan bahwa terjadi penculikan terhadap salah seorang warga, sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Namun Polres Bondowoso, Kaor OPS Polda Jatim, Kodim 0822 tindak terpancing untuk melakukan tindakan represif.
Pihaknya menyesalkan, dalam peristiwa di halaman Polsek Sempol tersebut ada penurunan bendera merah putih oleh warga. “Sudah saya ingatkan jangan menurunkan bendera, karena bendera merah putih itu diperjuangkan oleh jutaan pahlawan kita,” ucapnya.
Tindakan menurunkan bendera merupakan sikap yang tidak mencerminkan semangat kebangsaan dan tidak boleh terjadi pada situasi apa pun. Ia meminta agar masyarakat menahan diri, supaya kejadian serupa tidak kembali terulang. (Syamsul Arifin/Bernas)



