Nusa Tenggara Timur

Rektor Undana dan Bupati Kupang Matangkan Kerja Sama Pengembangan Empat Sektor Unggulan Daerah

BeritaNasional.ID, KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerintah Kabupaten Kupang kembali memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui audiens resmi yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Selasa (18/11/2025).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut MoU antara kedua pihak dan difokuskan pada pengembangan empat sektor unggulan Kabupaten Kupang, yakni pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata.

Audiens tersebut dihadiri oleh Rektor Undana Prof. Maxs U. E. Sanam, Wakil Rektor IV Prof. Jefri Bale, sejumlah pimpinan fakultas, serta para profesor.

Sementara dari pihak Pemkab Kupang hadir Bupati Kupang Yosef Lede, didampingi Sekda Mateldius S.J. Sanam, dan sejumlah stakeholder daerah.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Maxs Sanam menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan keseriusan Pemkab Kupang dalam menjalin kerja sama berbasis riset.

Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan praktik kebijakan modern yang bersandar pada kajian ilmiah.

“Ini sudah yang kedua kalinya Bapak Bupati datang bersama jajaran. Ini bentuk komitmen yang jarang kita lihat, dan Undana tentu memberikan apresiasi,” ujar Prof. Maxs.

Meski masa jabatannya sebagai rektor tersisa tiga minggu, ia menegaskan bahwa fokus Undana untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kupang tetap kuat.

Rektor menjelaskan bahwa tahun ini Undana berfokus pada penelitian di Rote, dan tahun depan diarahkan ke Kabupaten Kupang sebagai bagian dari rencana riset kelembagaan.

“Komitmen ini bukan hanya milik rektor, tetapi komitmen Undana sebagai lembaga. Kita tidak boleh hanya duduk dan berdiskusi tanpa hasil. Tahun depan fokus riset dan pengabdian kita diarahkan ke Kabupaten Kupang,” tegasnya.

Prof. Maxs juga menyinggung pentingnya riset-riset unik terkait fenomena alam di wilayah NTT, sekaligus mendorong para peneliti untuk mengembangkan kajian ilmiah yang bermanfaat bagi daerah.

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh pembahasan dalam audiens tersebut dapat segera diterjemahkan dalam aksi nyata.

“Semoga apa yang kita diskusikan hari ini dapat diimplementasikan segera dan membawa manfaat tidak hanya bagi Undana, tetapi terutama bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Kupang,” tukasnya.

Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama dengan Undana adalah langkah strategis untuk mengatasi berbagai persoalan daerah.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Kupang datang untuk meminta pendampingan akademik agar kebijakan daerah berjalan lebih terarah dan berdampak.

“Kami datang sebagai orang-orang yang mau berpikir bersama. Kami minta bantuan Undana agar jalan-jalan buntu di daerah kami bisa dibuka sehingga ditemukan solusi atas banyak masalah dan kekurangan yang ada,” ungkap Bupati.

Ia menyoroti pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dalam pembangunan daerah, khususnya pada empat sektor prioritas yang sedang dibahas.

Bupati menekankan bahwa MoU yang telah dibuat harus segera diikuti dengan langkah-langkah konkret.

“Hari ini kita membahas tindak lanjut MoU. Kami tunggu implementasinya, agar apa yang kita bicarakan benar-benar berdampak pada pembangunan sektor-sektor unggulan,” jelasnya.

Menurut Bupati, salah satu tujuan utama kolaborasi ini adalah memastikan potensi besar Kabupaten Kupang tidak menjadi sia-sia, sementara masyarakat tetap hidup dalam kemiskinan.

“Kami tidak ingin potensi daerah besar, tetapi masyarakatnya masih hidup dalam kesulitan. Undana hadir membantu kami supaya potensi itu dapat dikelola dan menghasilkan perubahan nyata,” tegasnya.

Bupati menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan seluruh pimpinan Undana atas kesiapan mereka bekerja sama secara berkelanjutan.

Dalam diskusi itu, pada sektor peternakan, Undana memaparkan sejumlah langkah konkrit yang siap diterapkan di Kabupaten Kupang, terutama melalui seleksi silang sapi jantan dan betina unggul di tingkat desa.

Bibit-bibit terbaik nantinya dikembangkan untuk menghasilkan anakan berkualitas yang disebar ke setiap kecamatan.

Upaya ini diperkuat dengan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif pada musim kemarau, serta riset terarah untuk menekan angka kematian anak sapi.

Arnold Manu menegaskan bahwa Undana telah menyediakan pendanaan penelitian melalui DIPA universitas untuk mendukung intervensi ilmiah yang berkelanjutan.

Bidang perikanan dan kelautan turut mendapat sorotan. Prof. Tien menjelaskan pentingnya pengembangan kebun bibit rumput laut dan optimalisasi komoditas karaginan sebagai produk bernilai tambah tinggi.

Selain itu, konsep budidaya multi-spesies seperti udang, cumi, dan rumput laut yang terintegrasi dengan produksi garam rakyat diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi wilayah pesisir.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknik, Prof. Philippi De Rozari, yang menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan NTT sebagai salah satu provinsi dengan fokus hilirisasi pada garam dan rumput laut.

Menurutnya, Kabupaten Kupang berpeluang besar memimpin dua komoditas tersebut jika mampu menyediakan data teknis yang lengkap dan menjamin keberlanjutan sistem produksi agar investor dapat masuk dengan rasa aman.

Sektor pariwisata tak luput dari pembahasan mendalam. Undana menyoroti peluang besar pengembangan wisata bahari Pulau Kera sebagai destinasi eco-friendly.

Konsep ramah lingkungan tanpa plastik seperti model Gili Trawangan dinilai ideal untuk diterapkan.

Keberadaan atraksi pantai dan alam yang indah di Kabupaten Kupang juga perlu didukung event-event berkala agar mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Selain itu, para akademisi menekankan perlunya Rencana Induk Pariwisata Daerah (Riparda) sebagai pedoman pembangunan destinasi secara terstruktur.

Undana menilai bahwa pariwisata dapat memberi efek ganda besar bagi masyarakat jika diintegrasikan dengan pertanian,

budaya, dan ekosistem hijau yang kini menjadi fokus pemerintah pusat melalui pendekatan ekonomi hijau, ekonomi biru, serta ekonomi kreatif.

Sementara di sektor pertanian, sejumlah profesor memaparkan kekayaan lokal Kabupaten Kupang yang berpotensi mengisi celah ketahanan pangan nasional.

Prof. Agnes mengingatkan pentingnya tanaman endemik Timor yang kaya nutrisi bagi manusia dan ternak.

Prof. Yosep menyoroti Kacang Nasi Tungga Turis sebagai komoditas unggulan yang dapat mendukung swasembada beras dan menjaga kontinuitas produksi pangan di luar musim.

Ia juga memaparkan pengembangan kacang hijau hitam, tanaman berumur pendek yang dinilai sebagai solusi efisien untuk peningkatan gizi, penurunan stunting, serta pemanfaatan lahan sempit.

Upaya tersebut didukung pendanaan LPDP dan membuka ruang kolaborasi langsung dengan Pemkab Kupang.

Dalam hal diversifikasi pangan, Prof. Lince Mukun memaparkan riset sorgum yang terbukti cocok ditanam di wilayah marginal.

Sorgum tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang tinggi dan dapat diolah menjadi produk fungsional, bahkan kosmetik.

Selain itu, Kopi Amfoang yang termasuk dalam kategori Arabika juga disebut memiliki potensi premium yang dapat dikembangkan melalui hilirisasi dan branding yang tepat.

Di tengah berbagai peluang tersebut, beberapa tantangan turut diungkap. Wakil Rektor IV, Prof. Jefri Bale, menyampaikan bahwa banyak hibah nasional sebenarnya dapat diakses jika pemerintah daerah memiliki kesiapan legal, administratif, dan pendampingan dana.

Ia menekankan bahwa mitra daerah harus memiliki kelompok masyarakat binaan yang jelas serta izin yang sesuai agar dapat bersinergi dalam riset maupun program hilirisasi.

Prof. Roy kemudian mempertanyakan arah prioritas Kabupaten Kupang pada 2026, mengingat Undana siap melepas teknologi, namun tetap membutuhkan industri atau lembaga yang akan meneruskan implementasinya di lapangan.

Pertemuan ini ditutup dengan optimisme tinggi bahwa Pemkab Kupang dan Undana berada pada jalur kolaborasi yang lebih kokoh.

Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat riset, pengabdian, hilirisasi, serta memetakan kebutuhan investasi daerah secara lebih terstruktur.

Kolaborasi lintas fakultas Undana dinilai siap mengawal program ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi kreatif, serta pengembangan berbagai komoditas unggulan daerah.*

 

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button