Nusa Tenggara Timur

Undana Jadi Lokus Nasional, Seminar Hilirisasi dan Energi Dorong Kebangkitan SDA NTT

 

BeritaNasional.ID, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan posisi strategisnya dalam peta pembangunan nasional dengan menjadi tuan rumah Seminar Percepatan Hilirisasi dan Energi Nasional yang berlangsung pada Jumat, 14 November 2025, di Ruang Teater Rektorat Undana.

Seminar yang mengangkat tema “Hilirisasi Sektor Kelautan, Perikanan, dan Mineral di NTT dalam Mendukung Keberlanjutan Perekonomian dan Pendapatan Daerah” ini dihadiri langsung oleh pejabat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta para akademisi dan mahasiswa.

Rektor Undana, Prof. Maxs U. E. Sanam, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah menunjuk Undana sebagai lokus kelima dalam agenda percepatan hilirisasi nasional.

Ia menegaskan bahwa Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah yang kaya dengan sumber daya alam, baik yang berada di daratan maupun di wilayah lautnya.

Menurut Prof. Maxs, kekayaan ini semestinya dikelola melalui hilirisasi agar menghasilkan nilai tambah yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Rektor juga memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kementerian yang konsisten mengeksekusi kebijakan hilirisasi untuk memperkuat industri olahan dalam negeri.

Dalam kesempatan itu, Prof. Maxs mengajak audiens untuk kembali melihat sejarah kejayaan NTT sebagai pusat peternakan nasional.

Ia mengenang masa ketika NTT menjadi pemasok ternak hingga ke Hongkong dan mengungkapkan keberadaan pabrik pengolahan daging Ikaf di Kupang pada tahun 1960-an, tempat ibunya pernah bekerja.

Prof. Maxs menyayangkan bahwa pabrik itu kemudian berhenti beroperasi, bahkan ketika upaya serupa muncul di tahun 2000-an, industri tersebut tetap tidak bertahan lama.

Akibatnya, NTT terus menerus mengekspor ternak hidup tanpa memperoleh nilai tambah yang besar, sementara para perantara justru menjadi pihak yang paling menikmati keuntungan.

Rektor menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya soal mengolah produk, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

Prof. Maxs menilai banyak anak muda saat ini enggan terjun ke sektor peternakan karena dianggap tidak menjanjikan, padahal dengan dukungan teknologi modern, pekerjaan tersebut dapat menjadi sangat potensial.

Ia berharap, melalui penguatan hilirisasi, NTT dapat kembali membangun industri olahan yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat lokal. Setelah sambutannya, ia secara resmi membuka kegiatan seminar.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Kementerian ESDM, Dani Setiawan, menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan momentum penting untuk mengeksplorasi dan memperdalam potensi kekayaan sumber daya alam NTT.

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini tengah menggodok proyek-proyek hilirisasi yang menjadi fokus pembangunan nasional.

Pada tahun ini saja, terdapat 18 proyek hilirisasi yang sudah disetujui dan sedang dikaji secara intensif, dan keputusan finalnya dijadwalkan rampung dalam tahun berjalan.

Dani menuturkan bahwa NTT menjadi salah satu provinsi yang masuk radar prioritas, khususnya melalui dua proyek strategis, yaitu hilirisasi rumput laut dan hilirisasi garam.

Keduanya dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi industri bernilai tinggi karena produksi bahan bakunya melimpah dan kualitasnya sudah diakui secara nasional.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi, termasuk Undana, karena hilirisasi membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten serta inovasi teknologi yang kuat agar mampu bersaing pada level industri.

Menurut Dani, kebijakan hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo membedakan Indonesia dari era sebelumnya, yang selama bertahun-tahun hanya mengekspor barang mentah tanpa nilai tambah.

Dengan pendekatan baru yang mengedepankan industrialisasi dan penerapan teknologi, hilirisasi diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang memberi keuntungan langsung kepada daerah penghasil.

Seminar Percepatan Hilirisasi dan Energi Nasional di Undana ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi.

Melalui diskusi dan penggalian gagasan yang mendalam, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya rekomendasi strategis untuk mendorong percepatan hilirisasi di NTT, sehingga potensi sumber daya alam yang melimpah dapat benar-benar diolah menjadi nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat dan memperkuat pendapatan daerah.*

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button