Nusa Tenggara Timur

Undana Sambut Pemimpin Baru: “Tidak Ada Lagi Kubu, Saatnya Bersatu”

BeritaNasional.ID, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menyambut kedatangan Rektor terpilih Periode 2025–2029, Prof. Jefri S. Bale, bersama istri, Ny. Astrid Jeanette Kambey-Bale, dan keluarga, melalui prosesi adat yang hangat dan penuh kekeluargaan pada Kamis, 11 Desember 2025.

Penyambutan dimulai sejak penjemputan di Bandara El Tari, dan mencapai puncaknya di Lobi Rektorat Undana dengan upacara adat Sabu sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari sivitas akademika.

Tarian tradisional, tabuhan gong, dan sapaan adat mengiringi langkah Prof. Jefri saat memasuki area kampus.

Momen paling emosional tampak ketika Rektor demisioner, Prof. Maxs U.E. Sanam, bersama istri, Ny. Hembang Murni Pancasilawati Sanam, menyematkan pakaian adat Sabu kepada penerusnya.

Penyematan itu melambangkan penyerahan tanggung jawab dan restu untuk memulai babak baru kepemimpinan Undana.

Dalam sambutannya, Ketua Senat Universitas, Prof. Fredrik L. Benu, menegaskan bahwa Undana sekarang berada pada titik penting untuk melangkah maju secara kolektif.

Ia menekankan bahwa dukungan bersama menjadi kunci kesuksesan Undana di masa depan.

“Kalau kita berjalan sendiri, sedikit yang dapat dilakukan. Tapi kalau kita berjalan bersama, banyak hal besar yang dapat dicapai,” ujarnya, mengajak seluruh pihak bersatu mendukung rektor baru.

Senada dengan itu, Prof. Maxs Sanam secara tegas mengingatkan kembali pentingnya merawat harmoni internal kampus pasca proses suksesi.

Ia mengimbau seluruh pihak mengakhiri rivalitas yang sempat mengemuka selama pemilihan rektor.

“Terlalu mahal jika kita mempertahankan dinamika yang sudah lewat. Hari ini kita berhenti dan kembali bersatu untuk mendukung Rektor baru,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai rektor, Prof. Jefri Bale menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas perjalanan karier 21 tahun yang telah ia jalani di Undana.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan dibangun di atas fondasi integritas, kedamaian, dan kebersamaan.

Ia menyampaikan seruan kuat untuk mengakhiri konflik dan sekat-sekat pasca pemilihan.

“Tidak ada lagi kubu A, kubu B, kubu C. Semua sudah selesai. Mari mendukung kepemimpinan saya untuk empat tahun ke depan. Janganlah kecewa menjadi amarah, janganlah perbedaan menjadi penusuk,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Jefri mengingatkan seluruh sivitas akademika tentang pentingnya etos kerja yang didasari kasih dan menjunjung integritas.

Ia meminta agar seluruh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan berhenti mempersoalkan urusan pribadi orang lain dan lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan akademik.

“Mari kita berpikir kritis untuk layanan kita, bukan untuk mengkritisi pribadi orang lain,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Rektor baru ini memohon dukungan doa dari seluruh keluarga besar Undana agar ia mampu memimpin dengan bijaksana dan membawa kedamaian bagi kampus.

Prosesi penyambutan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Penyambutan ini tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga momentum penting dimulainya kepemimpinan Undana periode 2025–2029, dengan harapan besar akan terciptanya Undana yang lebih maju, bersatu, dan berintegritas.*

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button