Untuk Mengembalikan BRK, Bupati Gandeng Perkebunan dan Perhutani

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Janji Bupati Bondowoso KH. Abd. Hamid Wahid untuk menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi (BRK) rintisan Bupati KH. Min Said Husni bukan hanya isapan jempol saja.
Untuk meningkatkan produksi kopi, Ra Hamid, sapaanya, tidak hanya bekerjasama dengan PTPN I Regsajaional 5 Ijen saja, tapi juga dengan Perum Perhutani KPH Bondowoso. Dua institusi ini mempunyai lahan kopi yang sangat luas di Bondowoso.
Kerjasama dengan Perhutani ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pengembangan sektor pariwisata sekaligus penyerahan PKS agroforestry kopi di Kecamatan Sumber Wringin.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan pengembangan sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, hingga pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., jajaran Forkopimda, Administratur Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir, Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., para staf ahli bupati, Asisten III Setda, kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Setda, serta Camat Sumber Wringin.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Bantuan yang disalurkan meliputi bibit kopi arabika dan robusta, benih padi dan jagung melalui Program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU), paket cangkul Program Belati, hingga bantuan pestisida bagi kelompok tani.
Usai penandatanganan kerja sama, Bupati bersama Forkopimda meninjau sejumlah potensi unggulan di Kecamatan Sumber Wringin, mulai dari peternakan sapi perah, kawasan petik kopi, Central Specialty Coffee Arabika, hingga aset eks Stasiun TVRI yang kini telah dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa kegiatan petik kopi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol dimulainya langkah besar membangun kembali kejayaan kopi Bondowoso.
Menurutnya, pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh dengan membangun rantai nilai dari hulu hingga hilir agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. “Kami ingin membangun kembali ekosistem perkopian Bondowoso secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pendampingan, pembiayaan, standardisasi hingga pemasaran serta memperkuat jejaring dengan para pembeli,” tegasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



