BondowosoDaerahJawa Timur

Warga Desa Kaligedang Bertemu Bupati, Tidak Ada Keputusan Yang Mengikat

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Empat warga Desa Kaligedang, Erik, H. Nawawi, H. Hasan, dan Sidi bersilaturrahmi ke Bupati KH. Abd. Hamid Wahid. Keempat warga tersebut didampingi Kades Kaligedang Sukarto dan Kades Sempol Sodik.

Dikonfirmasi usai pertemuan, Erik mengatakan, ada 4 topik yang didiskusikan. Pertama pembangunan jalan, keberadaan portal masuk Desa Kaligedang, Perjanjian Kerja Sama {PKS} dengan Perhutani, dan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat {Kamtibmas}.

“Kami bersama tiga orang lainnya hanya melakukan silaturrahmi biasa dengan Bupati, tidak ada perjanjian yang mengikat. Banyak yang disampaikan Bupati terkait program Pemkab, termasuk program yang akan dijalankan di Desa Kaligedang,” jelasnya.

Dari sejumlah materi yang didiskusikan, yang bisa kami terima hanya satu, pembangunan jalan aspal. Sedangkan yang lainnya, PKS dan portal harus kami musyawarahkan dengan tim terlebih dahulu.

Sedangkan untuk Kamtibmas, Erik mengaku tidak bisa bertanggungjawab. Sebab menurutnya, masalah keamanan tidak bisa diprediksi. “Kalau saya bertangungjawab, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, nanti saya yang ditangkap pertama,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Bupati Bondowoso mengatakan, ada 3 Program Strategis Nasional {PSN} di Kecamatan Ijen, yaitu PLTP {Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi} yang dikembangkan oleh PT Medco Cahaya Geothermal, Ketahanan Pangan, dan UGG {Unesco Global Geopark}.

“Saya berharap, seluruh warga Kecamatan Ijen, termasuk warga Desa Kaligedang ikut menjaga 3 PSN yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo,” Ra Hamid, sapaan Bupati Bondowoso.

Mulyadi, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan {KPKP}, saat mendampingi Bupati mengatakan, jika warga Desa Kaligedang ingin mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi, syaratnya harus punya PKS.

“Jika tidak punya PKS tidak bisa mendapatkan bantun pupuk subsidi. Seluruh warga Kecamatan Ijen termasuk warga Desa Kaligedang dipersilahkan mengajukan PKS mumupun masih ada waktu,” kata Mul, sapaannya. {Bernas/Syamsul Arifin}

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button