Wisuda Periode IV 2025, Rektor Undana Pastikan Penerbitan Ijazah Tanpa Kesalahan

BeritaNasional.ID, KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melepas sebanyak 1.824 wisudawan dalam Wisuda Periode IV Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Gedung Grha Cendana, Jumat (19/12/2025).
Prosesi wisuda kali ini dibagi ke dalam dua sesi guna menjamin kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta.
Acara wisuda dihadiri langsung oleh Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, didampingi para wakil rektor, para dekan, pimpinan unit dan lembaga, serta anggota senat universitas.
Turut hadir pula sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Mantan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Forkopimda Kota dan Kabupaten Kupang, perwakilan TNI, serta jajaran Kepolisian.
Usai pelaksanaan wisuda sesi pertama, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan komitmen kuat institusi dalam meningkatkan daya saing lulusan agar mampu terserap di dunia kerja, sekaligus melakukan pembenahan menyeluruh tata kelola administrasi akademik, khususnya dalam penerbitan ijazah.
Menurut Prof. Jefri, tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan profesional.
Oleh karena itu, Undana terus mendorong penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan keterampilan praktis, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai sektor.
“Para alumni yang diwisuda hari ini telah melalui proses pembelajaran yang mencakup penguatan hard skills dan soft skills, serta pengalaman belajar di luar kelas yang kami fasilitasi melalui kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Berdampak. Kegiatan magang, pertukaran mahasiswa, hingga lomba minat dan bakat nonakademik menjadi bekal penting bagi lulusan untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Prof. Jefri.
Ia menambahkan, lulusan Undana diharapkan mampu berperan aktif dalam menjawab berbagai persoalan strategis di Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dari bidang kesehatan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pengembangan potensi daerah di sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta energi baru dan terbarukan.
“Apa yang kami hasilkan dalam proses pembelajaran ini diharapkan menjadi modal yang cukup bagi alumni untuk hadir di berbagai bidang tersebut, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Jefri Bale menjelaskan bahwa Undana mendorong lulusan ke dalam tiga jalur utama, yakni langsung bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi.
Untuk mendukung hal tersebut, Undana telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI), baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Setiap tahun, mitra-mitra kami membuka ruang bagi alumni Undana untuk terserap di dunia kerja. Selain itu, tersedia pula peluang beasiswa dan kemitraan dengan perguruan tinggi lain, sehingga lulusan Undana memiliki privilege untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3,” jelasnya.
Selain fokus pada kualitas lulusan, Rektor Undana juga menegaskan komitmen serius untuk membenahi sistem penerbitan ijazah.
Ia memastikan bahwa selama masa kepemimpinannya, kesalahan penulisan ijazah tidak boleh lagi terjadi, karena menyangkut kredibilitas institusi dan masa depan alumni.
“Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga. Saya telah meminta Wakil Rektor I dan seluruh jajaran akademik agar pendataan mahasiswa dilakukan secara detail sejak tingkat program studi, sehingga potensi kesalahan dapat diidentifikasi dan diselesaikan sejak dini,” tegasnya.
Pembenahan tata kelola tersebut dilakukan melalui penguatan sistem digital akademik, peningkatan pengawasan berjenjang, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih ketat.
Upaya ini mulai menunjukkan hasil dengan semakin berkurangnya jumlah peserta wisuda yang sebelumnya dinyatakan tidak eligible dalam proses penomoran ijazah.
“Kami menargetkan ke depan penerbitan ijazah benar-benar zero mistake. Seluruh wisudawan hari ini pada prinsipnya sudah memiliki PIN ijazah. Namun, proses penandatanganan masih membutuhkan waktu karena bertepatan dengan masa peralihan dan suksesi kepemimpinan,” jelas Prof. Jefri.
Ia memastikan bahwa seluruh proses penandatanganan dan penyelesaian ijazah akan dirampungkan pada pekan kedua atau ketiga Januari 2026, sehingga alumni dapat segera memanfaatkan ijazahnya untuk melanjutkan karier maupun studi.*
Alberto/Bernas



