17 Negara Pasifik Akan Hadiri IPACS 2025 di Kupang, NTT Siap Jadi Episentrum Budaya

BeritaNasional.ID, KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) yang akan berlangsung di Kupang pada 11–13 November 2025 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima tim Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam audiensi di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (26/10/2025).
Dalam pertemuan itu, tim Kementerian Kebudayaan RI juga mengundang Gubernur NTT untuk menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) pada acara puncak IPACS nanti.
Tim dari Kementerian Kebudayaan RI dipimpin oleh Direktur Diplomasi Kebudayaan, Raden Usman Effendi, didampingi oleh Plh. Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Khanifudin Malik, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, Haris Budiharto, Kepala Subbagian Umum BPKW XVI, Windo Thalibana, serta sejumlah staf Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan yakni Dyas Cahaya Mariansyah, Alya Nurhaliza, dan Ade Damia selaku konsultan IPACS.
Sementara dari pihak Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur Melki turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Perhubungan Mahidin Sibarani, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Frederik Koenunu, Inspektur Provinsi Stefanus Halla, dan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Eldisius Angi.
“Teknisnya nanti kita bikin tim juga supaya kami bisa mempersiapkan semua. Nanti diatur dengan baik. Intinya, provinsi siap mendukung kegiatan ini dengan baik, tentu dengan kemampuan yang kami miliki. Kurang lebihnya nanti teman-teman Jakarta bantu support. Jika mengalami satu dua kendala, kami akan sampaikan ke pusat,” ujar Melki.
Menurut Gubernur Melki, IPACS merupakan momentum penting bagi NTT untuk menegaskan perannya sebagai “jendela peradaban Melanesia di Asia Pasifik” serta memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kebudayaan di kancah internasional.
Dalam kesempatan lain, saat membuka Kemah Budaya Tahun 2025 pada 22 Oktober lalu, Melki menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti IPACS bukan hanya ajang seremonial, tetapi juga strategi memperkenalkan potensi NTT kepada dunia.
“Kita ingin agar festival ini menjadi momentum untuk mempromosikan keindahan alam, kuliner, dan produk-produk kreatif Flobamorata. Dunia harus tahu bahwa NTT tidak hanya kaya budaya, tapi juga punya potensi besar di bidang pariwisata dan ekonomi lokal,” tegas Melki.
Berdasarkan keterangan dari Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud RI, IPACS 2025 di Kupang diselenggarakan sebagai bentuk diplomasi halus (soft diplomacy) Indonesia untuk memperkuat hubungan budaya dan kerja sama dengan negara-negara di kawasan Pasifik-Oseania.
Kegiatan ini mengusung semangat penguatan jejaring budaya, dialog lintas bangsa, dan pelestarian warisan budaya dalam kerangka Culture 2030 Goal — menempatkan budaya sebagai pilar penting pembangunan berkelanjutan pasca-2030.
IPACS juga diharapkan menjadi ruang pertukaran budaya yang setara, memajukan kesadaran terhadap isu perubahan iklim, serta memperkuat peran dan kepemimpinan Indonesia dalam forum internasional berbasis kebudayaan.
Sebanyak 17 negara Pasifik-Oseania telah menerima undangan resmi IPACS 2025, di antaranya Fiji, Papua Nugini, Samoa, Tonga, Vanuatu, Kaledonia Baru, Kepulauan Cook, dan Timor Leste.
Hingga saat ini, 10 negara telah mengonfirmasi kehadiran, bahkan lima di antaranya akan diwakili langsung oleh Menteri Kebudayaan masing-masing.
Sebelum acara puncak IPACS, akan dilaksanakan residensi budaya selama satu minggu pada 3–10 November 2025 di Kupang.
Program ini menghadirkan tiga praktisi budaya dari negara-negara undangan yang akan mempelajari kerajinan bambu, musik, dan tari tradisional NTT, kemudian menampilkan hasil karya mereka dalam pameran dan pertunjukan budaya internasional di puncak IPACS.
Kegiatan residensi ini menjadi jembatan kolaborasi nyata antara pelaku budaya lokal dan internasional dalam menciptakan karya bersama yang menggambarkan harmoni budaya Pasifik.
Kupang Jadi Episentrum Budaya Pasifik
Penyelenggaraan IPACS di Kupang menjadi pengakuan terhadap kekayaan budaya Flobamorata dan kesiapan NTT menjadi pusat kegiatan internasional di kawasan timur Indonesia.
Dukungan penuh dari Gubernur Melki dan Pemerintah Provinsi NTT menunjukkan bahwa daerah ini siap membuka diri, berkolaborasi, dan berperan aktif dalam diplomasi budaya lintas negara.*
Alberto



