Tak Ada Realisasi , Sawah 200 Ha Dan Pemukiman Dusun Andau Tumpiling Terancam Banjir

BeritaNasional.ID.Sulbar —Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pembuatan gorong-gorong yang sampai saat ini belum terealisasi, Wakil Ketua DPRD Polman Hamzah Syamsuddin meninjau lokasi saluran air yang mengakibatkan pemukiman Warga kampung Andau Dusun 1 Tumpiling terendam air.

Tak hanya terendam di pemukiman warga kampung Andau, sekitar 200 hektar sawah gagal panen dan berdampak pada tambak (empang) seluas 100 Ha di dua desa yakni Desa Tumpiling dan Desa Galeso.
Saat di lokasi, Wakil Ketua DPRD Polman Hamzah Syamsuddin mengatakan segera menindaklanjuti apa yang diperjuangkan Kepala Desa selama 8 tahun bersama warganya untuk pembuatan gorong-gorong yang panjangnya sekitar 30 meter dan lebarnya 10 meter.
Hamzah juga menegaskan akan mempressure dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR Polman atau kah langsung ke pihak balai yang katanya sudah pernah ditinjau sebelumnya dan dijanjikan akan segera direalisasikan namun sampai saat ini belum ada, sehingga menurut Wakil Ketua DPRD sebelum dampaknya lebih besar lagi harus segera ditindaklanjuti.
“Melalui pimpinan DPR kami akan menyurat atau berkunjung langsung ke Balai untuk mempertanyakan sejauh mana realisasi pekerjaan gorong-gorong yang telah dijanjikan,” Ungkap Hamzah Syamsuddin yang juga Ketua Perpadi Polman, Rabu (6/10/2021).
Selain itu, diketahui tanggul yang terhubung dengan saluran pembuangan Desa Sumberjo tersebut terancam bobol karena kekurangan beronjong, Hamzah menyebutkan jika itu bobol maka dampaknya akan lebih besar dan parah.
Kepala Desa Tumpiling Abdul Rahman Sakka mengaku banjir kemarin yang tingginya sampai di paha orang dewasa mengakibatkan gagal panen, ” selama sudah 8 tahun saya menjabat sebagai kepala desa saya sudah mendatangkan pihak dari Balai dan pak Camat untuk meninjau, bahkan pihak balai mengatakan ini akan dibangun tapi karena adanya penyakit covid tertunda lah sampai sekarang,” ungkap Kades Tumpiling.
Ia bersama warga Tumpiling berharap Wakil Ketua DPRD Polman secepatnya mengatasi apa yang menjadi keresahan masyarakat, jika gagal panen terjadi lagi maka warga akan mengalami kesulitan dalam kebutuhan perut.



