PGRI Bondowoso Berhasil Damaikan Sengketa Guru dan Murid Tanpa Syarat

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Perseteruan antara guru dan murid juga terjadi Bondowoso. Kemudian Wali murid melaporkan guru tersebut kepada Polres Bondowoso. Tapi Alhamdulillah PGRI pimpinan Dr. Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM berhasil mendamaikan.
Dalam proses perdamaian tidak semudah membalik telapak tangan. Namuan PGRI tidak patah semangat. Segala upaya untuk melakukan pendekatan, baik pada terlapor maupun pelapor dilakukan dengan penuh kesabaran.
Ketua PGRI Dr Sugiono Eksantoso, MM mengatakan, penyelesaian masalah hukum antara Bu Guru Fenty dan Pak Ryan, orang tua siswa yang dilaporkan ke Polres Bondowoso berakhir damai. Perdamaian terjadi setelah hari rabu tanggal 30 Oktober 2024 semua pihak dikumpulkan di ruang Unit PPA Polres Bondowoso.
“Pihak Fenty didampingi oleh 3 orang anggota Kodim 0823 dan pengurus PGRI Kabupaten Bobdowoso. Setelah dilakukan dialog dan saling memahami akhirnya kasus ini diselesaikan dengan damai sehingga persoalan ini sudah dinyatakan selesai,” kata Sugiono, sapaannya.
Ini, lanjutnya, menjadi pembelajaran bersama agar kedepan tidak terjadi lagi hal serupa. Kalau semua pihak sama-sama memahami Tupoksi masing-masing, guru dapat bekerja dengan tenang..aman tanpa hrs takut akan adanya proses hukum saat melakukan tugas profesinya di sekolah.
Demikian juga orang tua diharapkan dapat memahami dan mendukung tugas-tugas guru selama tindakannya bersifat edukatif demi pendidikan anak yang baik. Guru mendidik tujuannya agar anak menjadi anak yang berakhlakul kharimah, berbakti pada orang tua, berguna bagi masyarakat, nusa bangsa dan agamanya.
Sebelumnya diberitakan, kerja nyata Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bondowoso versi Dr. Drs. H. Sugiyono Eksantoso, MM ditampakkan saat terjadi sengketa antara Guru SDN Grujukan 1 Cerme dengan Wali Murid.
Menurut Sugiono, sapaannya, PGRI yang dipimpinnya siap membantu permasalahan yang dihadapi oleh anggotanya, sebagai bentuk tanggungjawab lembaga. Walaupun sampai saat ini, iuran PGRI masih mengalir pada kubu Gito. (Syamsul Arifin/Bernas)



