Polewali MandarSulawesi BaratSulbar

Langkah Edukatif Anreapi: Penyuluhan 1000 HPK dan Distribusi Poster Pintar untuk Cegah Stunting

BeritaNasional. ID. POLMAN SULBAR Pemerintah Kecamatan Anreapi kembali menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting. Usai menyerahkan bantuan bagi balita berisiko stunting, TPPS Anreapi kembali melaksanakan Penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dirangkaikan dengan distribusi Poster Pintar secara kolaboratif oleh Kepala Puskesmas Anreapi Nurhayati, Kepala Balai KB Anreapi Purnama Dewi, dan Ketua TP PKK Kecamatan Anreapi Masyita Masrullah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah edukatif terpadu yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu dengan balita dan calon ibu, untuk memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Poster Pintar yang dibagikan berisi informasi esensial terkait stunting, termasuk penyebab dan cara pencegahan, grafik tinggi badan berdasarkan usia, ilustrasi menarik, serta barcode yang mengarahkan ke situs resmi pencegahan stunting pemerintah.

Purnama Dewi, Kepala Balai KB sekaligus Sekretaris TPPS Kecamatan Anreapi, menekankan bahwa masa 1000 HPK merupakan fase paling krusial yang menentukan kualitas generasi mendatang.

Usia 0–2 tahun atau 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah periode emas. Jika tidak dimaksimalkan dengan gizi, stimulasi, dan perawatan yang tepat, maka risiko stunting meningkat. Dampaknya bukan hanya fisik, tapi juga mental dan produktivitas anak dalam jangka panjang,”_ ujarnya.

“Kegiatan hari ini adalah bagian dari jawaban konkret terhadap tantangan Bupati Polewali Mandar dan dukungan terhadap Program 2000 Orang Tua Asuh. Kita tidak bisa menunggu; edukasi harus dimulai sekarang, dari rumah ke rumah,”_ tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Anreapi, Nurhayati, menekankan pentingnya keterlibatan fasilitas kesehatan dalam proses edukasi yang berkelanjutan.

_“Kami di Puskesmas siap untuk mengawal penyuluhan ini secara rutin melalui Posyandu dan kunjungan rumah. Poster ini sangat membantu sebagai alat bantu visual yang mudah dipahami masyarakat, bahkan yang tingkat literasinya rendah,”_ ungkap Nurhayati.

_“Kesehatan balita tidak cukup hanya diperiksa saat sakit. Harus dicegah sebelum muncul gejala. Itulah mengapa edukasi dan pemantauan tumbuh kembang harus berjalan beriringan,”_ tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Anreapi, Masyita Masrullah, mengajak seluruh kader PKK di desa dan dusun untuk menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan stunting.

_“Kami akan pastikan Poster Pintar ini tersebar luas di rumah-rumah warga, posyandu, sekolah, hingga tempat ibadah. Kader PKK adalah garda terdepan. Dengan pemahaman yang benar, keluarga bisa jadi benteng pertama cegah stunting,” katanya.

“Kegiatan hari ini bukan seremonial, ini adalah langkah strategis untuk mencerdaskan keluarga Anreapi, dari desa hingga dusun,”_ pungkas Masyita.

Kegiatan ini adalah bagian dari gerakan bersama Pemerintah Kecamatan Anreapi melalui TPPS untuk menjawab tantangan Bupati Polewali Mandar dalam agenda Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2025, sekaligus memperkuat peran serta masyarakat dalam Gerakan 2000 Orang Tua Asuh.

Dengan semakin kuatnya sinergi lintas sektor di Kecamatan Anreapi, diharapkan target percepatan penurunan stunting dapat tercapai lebih cepat dan memberi dampak nyata bagi masa depan generasi Anreapi.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button