Nusa Tenggara Timur

“Kami Pergi Mendaftar”, Prof. Taneo Minta Restu FKIP Sebelum Bertarung di Pilrek Undana

BeritaNasional.ID, KUPANG — Siang itu, suasana di rumah besar FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) terasa berbeda. Para wakil dekan, dosen, mahasiswa dan cleaning service, seluruh civitas akademika berkumpul, bukan untuk rapat biasa, tetapi untuk melepas sang nakhoda mereka, Prof. Malkisedek Taneo, yang hendak menapaki panggung besar: pemilihan Rektor Undana periode 2025–2029.

Dengan suara bergetar namun penuh keyakinan, Dekan FKIP ini memulai sambutannya. Ia mengaku hari ini bukan sekadar perjalanan formalitas, tetapi sebuah langkah sejarah.

“Izinkan saya, dengan rendah hati, menyampaikan penghargaan luar biasa kepada Bapak Ibu yang hadir siang ini. Kehadiran kita adalah bukti bahwa kita tetap bersaudara, dan persaudaraan adalah kekuatan kita,” ucapnya disambut tepuk tangan hangat, Jumat 15 Agustus 2025.

Prof. Taneo kemudian membuka hati. Keputusan untuk maju sebagai calon rektor bukan hal yang datang tiba-tiba, melainkan hasil pergulatan panjang, refleksi diri, dan doa.

“Saya bergumul lama. Baru Minggu kemarin saya ambil keputusan ini. Lalu sejak Senin, saya bersama sahabat-sahabat berjuang melengkapi semua syarat. Hari ini, kita wujudkan itu,” ungkapnya.

Lalu ia menyinggung fakta yang memantik semangat hadirin: selama 63 tahun Undana berdiri, belum pernah ada Rektor definitif dari FKIP, padahal FKIP adalah salah satu pilar terbesar universitas ini.

“FKIP ini rumah besar Undana. Kekuatan besar ada di sini—dosen, mahasiswa, semua. Tapi sampai hari ini, belum ada rektor dari FKIP. Semoga kali ini sejarah berubah,” tegasnya,.

Tak hanya bicara, Prof. Taneo menegaskan pencalonannya ini bukan untuk dirinya semata, melainkan atas nama FKIP.

“Saya pergi mendaftar atas nama keluarga besar FKIP. Karena setelah saya telusuri, tidak ada yang maju dari FKIP selain saya. Jadi, ini bukan sekadar nama saya, ini nama kita,” katanya disambut sorak dukungan.

Di akhir sambutan, ia memohon maaf bila ada kekurangan dan mengajak semua untuk tetap satu hati.

“Setelah ini kita berangkat bersama. Kalau ruangan di atas penuh, sebagian tunggu di teras. Tapi kita tetap bersama. Proses selanjutnya kita serahkan kepada Tuhan. Semoga perjuangan kita tidak sia-sia,” pungkasnya.

Lalu, dengan langkah pasti, Prof. Malkisedek Taneo bersiap menuju Sekretariat Senat Undana, ditemani para pendukungnya. Hari ini, FKIP mengirim utusan untuk mencatat sejarah.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button