Pemilihan Rektor Undana Memanas, Ketua Senat Bicara Soal Netralitas dan Hak Pilih

BeritaNasional.ID, KUPANG — Ketua Senat Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Fred Benu, menegaskan sikap netralnya dalam proses pemilihan Rektor Undana periode 2025-2029. Penegasan ini disampaikan atas informasi yang menyebut dirinya diduga tidak netral dalam suksesi kepemimpinan di kampus tersebut.
“Sebagai Ketua Senat, saya tentunya harus netral. Perhelatan pemilihan rektor sudah diserahkan sepenuhnya kepada Panitia Pemilihan, dan Ketua Senat tidak boleh mengintervensi pekerjaan Panitia,” ujar Prof. Fred Benu kepada Bernas Network.
Ia menambahkan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mencampuri tugas dan kewenangan Panitia Pemilihan.
Meski demikian, Fred Benu mengakui bahwa sebagai pribadi yang juga merupakan anggota Senat, ia tetap memiliki hak untuk menentukan pilihan.
“Sebagai anggota Senat, tentu saya akan memilih calon tertentu menjadi Rektor. Dan saya pikir semua pimpinan Undana akan mengambil posisi yang sama, termasuk Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, dan Ketua Lembaga,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa independensi Panitia Pemilihan adalah harga mati dan harus bebas dari intervensi pimpinan universitas. Namun, setiap anggota Senat, baik pimpinan maupun non-pimpinan, memiliki hak suara yang harus dihormati.
“Kerja Panitia Pemilihan harus bebas dari intervensi pimpinan. Tapi setiap pimpinan Undana sebagai anggota Senat tentunya punya pilihan pribadi masing-masing yang harus dihormati,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus membantah rumor yang berkembang terkait dugaan ketidaknetralan dirinya dalam proses pemilihan rektor.
Menurut Fred Benu, peran Ketua Senat adalah menjaga agar proses pemilihan berjalan sesuai aturan dan prinsip demokrasi di lingkungan akademik.*
(Alberto)



