Portal Sasando Resmi Diluncurkan, NTT Masuki Era Baru Pembangunan Berbasis Data

BeritaNasional.ID, KUPANG — Dalam upaya memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi meluncurkan Portal Sasando NTT, sebuah platform data terpadu yang menjadi tonggak penting transformasi digital tata kelola pemerintahan daerah.
Peluncuran tersebut berlangsung meriah di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, pada Selasa (14/10/2025) siang.
Portal ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemprov NTT dan Program SKALA (Kemitraan Australia–Indonesia untuk Akselerasi Layanan Dasar), yang selama ini berfokus membantu pemerintah daerah memperbaiki sistem tata kelola data dan meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan.
Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas RI, Maliki, Minister Counselor Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Tim Stapelton, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Forkopimda NTT, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan SKALA, DFAT Australia, dan insan pers.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas langkah progresif menghadirkan portal data terpadu ini.
Menurutnya, data merupakan fondasi utama dalam menjalankan pemerintahan yang efisien, transparan, dan akuntabel.
“Siapa yang memanfaatkan data dengan baik, maka pemerintahannya akan lebih efektif dan efisien. Kalau publik bisa mengakses data secara luas, tentu pemerintahan akan menjadi lebih transparan, partisipatif, dan terbuka,” ujar Bima.
Ia menegaskan, kehadiran Portal Sasando akan membantu pemerintah daerah dalam mengintegrasikan seluruh informasi pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan, agar setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Portal Sasando NTT bukan sekadar sistem digital, tetapi juga simbol kolaborasi, gotong royong, dan keterbukaan data antarinstansi dan pemangku kepentingan.
“Portal Sasando adalah wadah bersama bagi seluruh data pembangunan di NTT, mulai dari data sektoral, hasil padu-padan Regsosek, P3KE, DTKS, hingga visualisasi sampai ke tingkat desa,” jelas Gubernur Melki.
Menurutnya, portal ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Dengan sistem data yang terintegrasi, pemerintah daerah akan lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan mengarahkan program sesuai prioritas pembangunan daerah.
“Kami berkomitmen memastikan bahwa data yang dikelola melalui Portal Sasando ini tidak hanya berhenti di portal, tetapi menjadi pijakan kebijakan publik yang adil, inklusif, dan menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menuturkan bahwa kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri dalam acara ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Pusat terhadap transformasi digital di daerah.
Ia berharap agar Portal Sasando menjadi pintu masuk bagi NTT dalam membangun birokrasi yang terbuka, cepat, dan adaptif terhadap teknologi.
“Melalui peluncuran Portal Sasando ini, kita ingin memastikan bahwa segala pembangunan dan kebijakan di Provinsi NTT akan berbasis data. Kita ingin menghadirkan wajah birokrasi NTT yang lebih terbuka, cepat, dan berbasis data,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Forum Satu Data, SKALA, DFAT, Bappenas, Kemendagri, dan BPS atas sinergi dan dukungan dalam membangun sistem data terpadu ini.
Usai prosesi peluncuran, Wamen Bima Arya bersama Gubernur Melki Laka Lena, Deputi Bappenas Maliki, Minister Counselor Tim Stapelton, serta Team Leader SKALA melakukan kunjungan ke Sekretariat Bersama Portal Satu Daerah yang berada di lantai dua Kantor Gubernur NTT.
Rombongan meninjau fasilitas dan sistem kerja yang akan menjadi pusat koordinasi pengelolaan data lintas instansi di Provinsi NTT.
Kunjungan ini sekaligus menandai dimulainya era baru tata kelola data di NTT — dari sistem yang selama ini berjalan terpisah-pisah menjadi terintegrasi dan kolaboratif, mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Nama “Sasando” yang diambil dari alat musik tradisional khas Pulau Rote ini memiliki makna filosofis mendalam.
Seperti alunan nada Sasando yang harmonis, Portal Sasando NTT diharapkan menjadi simbol harmonisasi dan sinergi data antarinstansi dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.*
Alberto



