Jawa TimurProbolinggo

Aliansi Santri Probolinggo Gelar Demo Tolak Konten Trans7 yang Dinilai Menghina Pesantren

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Sekitar ratusan orang anggota Aliansi Santri & Pondok Pesantren Sekota Probolinggo menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Probolinggo pada hari Senin (20/10/2025) pukul 11.00 hingga 13.25 WIB. Aksi ini dipimpin oleh Salamul Huda, Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, sebagai bentuk protes terhadap konten program “Xpose Uncensored” di Trans7 yang dinilai menghina pesantren dan kiai.

Para demonstran berkumpul di Museum Kota Probolinggo pukul 11.00 WIB, kemudian melakukan long march menuju kantor DPRD pada pukul 12.21 WIB. Mereka tiba di lokasi pukul 12.28 WIB sambil membentangkan poster dan pamflet dengan slogan seperti “Kami Cinta Pesantren”, “Derek Kyai Sampai Mati”, “Tolak Perda Miras”, “Boikot Trans7”, dan “Amankan Kota Probolinggo”.

Dalam orasi yang dimulai pukul 12.44 WIB, Arbain Hasan selaku Ketua PCNU Kota Probolinggo menyampaikan enam tuntutan utama. Pertama, meminta Transmedia sebagai induk Trans7 mengaudit karyawan yang terindikasi berpemikiran salafi/wahabi yang dapat menciptakan kegaduhan di dunia penyiaran.

“Kedua, mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) RI untuk memperketat pengawasan konten siaran yang berpotensi menimbulkan fitnah, kebencian, dan polarisasi sosial, serta menjatuhkan sanksi sesuai UU Penyiaran.

Tuntutan ketiga adalah sanksi tegas terhadap Trans7, seperti teguran keras, penghentian sementara program, atau kewajiban menayangkan konten edukatif tentang peran pesantren dan kiai. Keempat, DPRD Kota Probolinggo diminta menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI untuk evaluasi sistem pengawasan penyiaran nasional dan menindak pelanggaran serupa.

Kelima, Trans7 harus mengungkap identitas narator dan tim produksi “Xpose Uncensored” serta meminta maaf langsung. Terakhir, Trans7 diserukan menayangkan program “Khazanah Pesantren” yang menampilkan wajah pesantren secara bijak, objektif, dan mendidik sesuai nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Aksi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Santi Wilujeng Prastyani (Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo), AKBP Rico Yumasri (Kapolres Probolinggo Kota), Kompol Didid Wahyu Agustyawan (Wakapolres Probolinggo Kota), KH. Arbai Hasan (Ketua PCNU Kota Probolinggo), Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon (Ketua MUI Kota Probolinggo), Salamul Huda (Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo), Rudi Hermanto (Ketua PSNU Pagar Nusa Kota Probolinggo), serta perwakilan santri dan pondok pesantren se-Kota Probolinggo.

Aksi berjalan tertib dan damai, tanpa insiden berarti. Para peserta menekankan pentingnya menjaga martabat pesantren dan mendorong penyiaran yang lebih bertanggung jawab.

 

(Yul/BeritaNasional.ID)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button