Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanggulangan Konflik Sosial Kota Probolinggo Bahas Antisipasi Narkoba dan Bencana

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanggulangan Konflik Sosial Bulan Oktober 2025 di Gedung Command Center, Kantor Wali Kota Probolinggo.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta unsur Forkopimda yang terdiri dari perwakilan Kejaksaan Negeri, Kodim 0820/Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, dan Pengadilan Negeri Probolinggo. Hadir pula asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, lurah, serta peserta dari berbagai instansi, baik secara luring maupun virtual.
Dalam arahannya, Wali Kota Aminuddin menyoroti penyalahgunaan narkoba sebagai masalah serius yang menyasar kalangan muda dan pelajar. Ia mengingatkan bahwa hal ini dapat memicu tawuran, pengeroyokan, dan kerusuhan yang mengancam stabilitas keamanan kota.
“Seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, baik dalam pengamanan diri, keluarga, lingkungan kerja, maupun sosial. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat harus diperkuat untuk meminimalisir kejadian tidak diinginkan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Aminuddin mengumumkan pemasangan CCTV di titik-titik strategis untuk memudahkan pengawasan dan pelacakan kejahatan. Rapat juga membahas kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan, dengan imbauan untuk membersihkan saluran air, got, selokan, dan sungai guna mencegah banjir. “Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta waspada terhadap penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) yang masih tinggi,” pesannya.
Selain itu, program Kota Probolinggo BERSOLEK untuk mempercantik wajah kota terus berjalan. Aminuddin menyebutkan preservasi Jalan Soekarno Hatta–Panglima Sudirman, revitalisasi Alun-alun, dan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Gedung Ahmad Yani sedang dikerjakan. Ia meminta kesabaran masyarakat karena proses ini memerlukan waktu. “Pohon-pohon yang dipangkas atau ditebang bukan untuk dirusak, melainkan bagian dari revitalisasi dan akan diganti dengan tanaman baru yang lebih baik,” jelasnya.
Dari Kodim 0820/Probolinggo, disampaikan dua perhatian utama: penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda dan kemacetan di Jalan Raden Wijaya yang perlu ditertibkan. Wali Kota menanggapi bahwa Dinas Perhubungan dan perangkat daerah terkait akan menindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
Perhatian serupa terhadap bahaya narkoba disampaikan oleh perwakilan Polres Probolinggo Kota, Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, dan Pengadilan Negeri Probolinggo. Mereka mencatat bahwa kasus narkoba dan pencurian masih mendominasi perkara di pengadilan.
Menjawab hal tersebut, dr. Aminuddin berkomitmen menguatkan pengawasan melalui pos kamling dan linmas, serta mengaktifkan kembali program Kopi Keliling (KOPLING) sebagai wadah komunikasi antara aparat dan masyarakat. “Kami juga akan mengeluarkan surat edaran tentang kewajiban pemasangan CCTV sebagai langkah pencegahan kejahatan. Harapannya, tingkat kejahatan menurun dan Kota Probolinggo semakin aman, tenteram, dan kondusif,” tutup Wali Kota Aminuddin.
(Yul/Bernas)



