Nusa Tenggara Timur

FKIP Undana Perkuat Kolaborasi Nasional dan Internasional di Forum Pimpinan FKIP se-Indonesia

FKIP Undana Perkuat Kolaborasi Nasional dan Internasional di Forum Pimpinan FKIP se-Indonesia

BeritaNasional.ID, TANJUNG PINANG — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama nasional dan internasional dengan menghadiri kegiatan Pertemuan Puncak Forum Komunikasi Pimpinan FKIP se-Indonesia yang diselenggarakan di Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan bergengsi ini dipusatkan di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebagai tuan rumah dan diikuti oleh pimpinan FKIP dari 34 universitas negeri di seluruh Tanah Air.

Delegasi FKIP Undana dipimpin langsung oleh Dekan, Prof. Malkisedek Taneo, didampingi Wakil Dekan I, Damianus D. Samo, Wakil Dekan II, Jakobis Messakh, serta 18 koordinator program studi di lingkungan FKIP Undana.

Kehadiran mereka menjadi wujud nyata dukungan FKIP Undana terhadap upaya bersama dalam memajukan pendidikan guru di tanah air, sekaligus memperluas jejaring akademik hingga ke tingkat global.

Kegiatan forum tersebut dibuka secara resmi di Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau oleh Gubernur yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar nasional yang menghadirkan dua narasumber terkemuka, baik dari dalam maupun luar negeri.

Prof. Ravik Karsidi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memaparkan materi bertajuk “Transformasi Pendidikan Guru: Peran Strategis FKIP dalam Menyiapkan Guru Unggul dan Berdaya Saing Global.”

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya transformasi kurikulum dan peningkatan kompetensi guru agar selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Sementara itu, Prof. Mi Yung Hong dari Korea National University of Education menyajikan perspektif internasional melalui topik “The Teacher Education System in Korea and Development of Pre-Service Teacher Competencies.”

Ia menjelaskan bagaimana sistem pendidikan guru di Korea dibangun dengan penekanan pada pembentukan kompetensi dasar, kreativitas, serta kemampuan adaptif calon guru terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat global.

Selain seminar nasional, kegiatan ini juga diisi dengan serangkaian forum diskusi yang mempertemukan para dekan, wakil dekan, dan koordinator program studi dari seluruh FKIP negeri di Indonesia.

Pertemuan ini menjadi wadah strategis bagi para pimpinan untuk bertukar pengalaman, merumuskan arah kebijakan bersama, dan memperkuat sinergi antar-FKIP dalam membangun sistem pendidikan guru yang unggul dan berkelanjutan.

Momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Forum Komunikasi Pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia dengan Korea National University of Education (KNUE).

Dalam kesempatan tersebut, FKIP Undana turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang langsung dilakukan oleh Dekan FKIP Undana, Prof. Malkisedek Taneo.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan pertukaran akademik antara Undana dan universitas-universitas di Korea Selatan.

Hasil dari forum tersebut juga melahirkan rencana tindak lanjut berupa Implementation Agreement (IA) yang akan segera diimplementasikan.

Melalui IA ini, berbagai bentuk kolaborasi akademik akan dilakukan, di antaranya pertukaran dosen tamu, kolaborasi pembimbingan dan pengujian skripsi, penelitian dan pengabdian masyarakat bersama, hingga publikasi ilmiah internasional antarprodi sejenis.

Dekan FKIP Undana, Prof. Malkisedek Taneo, menyampaikan bahwa keikutsertaan Undana dalam forum nasional ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FKIP Undana untuk terus berinovasi dalam menyiapkan calon guru yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di kancah global.

“Partisipasi FKIP Undana dalam forum ini bukan sekadar bentuk kontribusi akademik, tetapi juga merupakan komitmen kami untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas, agar calon guru dari Undana dapat menjadi bagian dari tenaga pendidik yang berdaya saing global,” ujar Taneo.

Melalui kegiatan ini, FKIP Undana semakin menegaskan perannya sebagai fakultas keguruan yang visioner dan adaptif terhadap dinamika pendidikan modern.

Kolaborasi dengan berbagai universitas, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan dan memperluas wawasan internasional bagi para pendidik masa depan dari Flobamorata.*

Alberto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button