BondowosoHeadlineHukum & KriminalJawa TimurNasional

PTPN Lebih Mementingkan Bisnis Ketimbang Kerjasama dengan Petani Ijen

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Polemik lahan di Kawasan Ijen kembali mengemuka setelah PTPN I Regional 5 menyatakan tidak akan membuka peluang kemitraan tanaman kopi dengan Petani Ijen.

Perusahaan memilih mengamankan target korporasi dengan pengembangan kopi arabika di atas lahan seluas 506,27 hektare pada kawasan yang selama ini digarap Petani Ijen. Sikap PTPN ini berpotensi menciptakan pengangguran baru di Ijen.

Dalam surat resmi, Manager PTPN I Regional 5, yang ditandatangani Winarto, menyebut bahwa perusahaan sudah memiliki rencana korporasi yang tidak bisa diganggu, sehingga kemitraan penanaman kopi dengan Petani Ijen tidak menjadi opsi.

“Kami tidak merencanakan untuk bermitra tanaman kopi pada areal tersebut dengan petani Ijen,” tulisnya. Pernyataan ini muncul setelah serangkaian pertemuan antara PTPN dengan Petani Ijen yang disaksikan Forkopimda sejak Agustus hingga Oktober 2025.

Petani Ijen kecewa, karena PTPN justru memprioritaskan kepentingan perusahaan. Dalam pertemuan terakhir, Petani Ijen mengajukan dua opsio,  kemitraan penanaman kopi dan hortikultura. Namun dengan keputusan PTPN, peluang kemitraan terancam gagal.

Petani Ijen kini hanya memiliki opsi kemitraan hortikultura—itu pun belum pasti. Langkah ini dinilai oleh pengamat agrarian sebagai langkah “defensif” perusahaan. Untuk mengamankan aset bisnis ketimbang membuka ruang dialog dengan warga.

Lucunya, PTPN juga meminta pernyataan tertulis dari Bupati Bondowoso terkait dengan skema kerja sama dengan Petani Ijen. Sikap aneh ini PTPN memunculkan pertanyaan dari berbagai kalangan.

Karena persoalan lahan dan konflik sosial seringkali dilakukan dengan pendekatan politik dan keberpihakan, bukan dengan cara prosedural.  Majunya investasi dan rencana korporasi patut dihormati, namun di sisi lain, konflik sosial agraria di Ijen telah berlangsung lama.

Petani Ijen menunggu sikap Pemerintah Daerah, apakah hanya akan menjadi mediator aktif atau hanya sekadar pembaca surat resmi korporasi. Nasib Petani Ijen kini tergantung pada Pemkab Bondowoso dan legislator Komisi VI DPR RI. (Syamsul Arifin/Bernas)

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button