Warga Keluhkan Rumah Kebanjiran Usai Perbaikan Trotoar Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM-Seorang warga Kota Probolinggo mengeluhkan kondisi rumah orang tuanya yang kini kerap terendam banjir setiap kali hujan turun. Banjir tersebut diduga muncul setelah adanya proyek perbaikan trotoar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di sekitar kawasan Auto 2000. Keluhan itu mencuat pada Sabtu (17/1/2025).
Perbaikan trotoar tersebut merupakan bagian dari proyek preservasi Jalan Panglima Sudirman dengan nilai anggaran mencapai Rp40 miliar. Proyek ini disebut sebagai bentuk apresiasi atau reward dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas kinerja kebinamargaan, sekaligus mendukung program “Probolinggo Bersolek”. Pekerjaan meliputi perbaikan badan jalan dan trotoar, yang dikerjakan oleh CV Probolinggo Cemerlang dengan target penyelesaian akhir 2025 hingga awal 2026.
Keluhan warga disampaikan melalui unggahan akun Facebook milik Redhian Noer Fahmi. Dalam unggahannya, Redhian mempertanyakan dampak pekerjaan trotoar yang dinilainya justru menimbulkan persoalan baru bagi warga sekitar.
“Setelah ada perbaikan trotoar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman dekat Auto 2000, rumah orang tua saya sekarang kebanjiran kalau hujan. Padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini meskipun hujan deras,” tulis Redhian.

Menurutnya, air hujan kini kerap menggenang dan masuk ke dalam rumah, kondisi yang tidak pernah terjadi sebelum proyek perbaikan trotoar dilakukan. Hal tersebut membuat pihak keluarga merasa dirugikan dan menimbulkan keresahan.
Redhian juga menyoroti sikap pekerja proyek di lapangan yang dinilainya kurang responsif saat keluhan disampaikan secara langsung. “Pekerjanya hanya melihat saja. Saat diprotes, mereka diam dan tidak memberikan jawaban,” ungkapnya.
Melalui unggahan tersebut, Redhian berharap instansi terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan banjir yang diduga sebagai dampak dari proyek perbaikan trotoar. Ia juga mempertanyakan mekanisme atau saluran pengaduan resmi agar permasalahan tersebut dapat segera ditangani.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Jawa Timur, Wahyu Wibowo, saat dikonfirmasi memberikan tanggapan singkat. Ia mengakui bahwa genangan air memang terjadi di sejumlah titik ketika hujan turun.
“Kalau hujan sudah reda dan air tidak surut dalam waktu satu jam, itu perlu mendapat perhatian,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
(Yul/Bernas)



