BondowosoHeadlineJawa TimurNasional

Pasukan 514 Bondowoso Akan Dikirim Ke Lebanon

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Walaupun tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL/United Nations Interim Force in Lebanon) gugur di Lebanon Selatan akibat hantaman proyektil artileri, tidak menyurutkan keberanian pasukan 514 Bondowoso untuk berperang.

Ketiga TNI yang meninggal di medan perang adalah Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3), Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kolonel Inf Aditya Mulyadi, Analis Madya Bidang Hankam TNI mengatakan, personil yang akan dikirim ke Lebanon berjumlah sekitar 237 personil. Jadwal keberangkatannya menunggu informasi dari Dewan Keamanan PBB.

Pihaknya memberikan pembekalan pada anggota TNI yang akan berangkat ke Lebanon. “Prajurit TNI yang akan dikirim ke Lebanon sekitar 237 orang. Kami memberikan pembekalan pada prajurit 514 Sabadha Yudha yang bermarkas di Bondowoso sebelum menuju medan perang,” jelas Adit, setelah bertemu Bupati Bondowoso, KH. Abd. Hamid Wahid.

Kemudian, lanjutnya, pada 7 April 2026, seluruh pasukan akan dikumpulkan di Asrama PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI Sentul Bogor untuk mendapatkan pembekalan lanjutan sebagai pasukan perdamaian.

Pasukan 514 akan bergabung dengan pasukan Kostrad, Kodam, dan TNI Angkatan Laut dan Udara.  Seluruh pasukan dikoordinir oleh Satgas UNIFIL.  Satgas UNIFIL TNI memiliki tugas utama menjaga perdamaian di Lebanon Selatan, khususnya sepanjang Blue Line (perbatasan Lebanon-Israel).

“Mandatnya meliputi memantau penghentian permusuhan, mendukung angkatan bersenjata Lebanon (LAF) dalam menjaga stabilitas wilayah, serta melindungi warga sipil dari konflik dan memastikan bantuan kemanusiaan sampai pada korban perang,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button