Halal Bihalal di Malang, Mensos RI Bawa Program Prioritas Presiden

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Dalam rangka membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi di Kabupaten Malang yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden RI bersama Menteri Sosial RI yang akrab disapa Gus Ipul, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Ketua MUI Kabupaten Malang, Tokoh Agama, jajaran Kepala Perangkat Daerah, para camat dan kepala desa se-Kabupaten Malang, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, Bupati Malang menyampaikan selamat datang kepada Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, sekaligus mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, “Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘amin wa antum bikhair. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.”
Bupati Malang menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Sosial menjadi energi tambahan dalam memperkuat kebersamaan dan sinergi pembangunan sosial di Kabupaten Malang. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya memperkokoh layanan sosial, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas perlindungan sosial, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian.
“Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Sosial terhadap berbagai program di Kabupaten Malang, mulai dari penguatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penanganan bencana sosial, hingga kolaborasi dalam penyaluran bantuan kepada kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan lansia tunggal. Sinergi ini membuat langkah kita semakin ringan dan terarah,” kata Sanusi.
Lebih lanjut disampaikan, saat ini pemerintah tengah melakukan pemutakhiran data secara menyeluruh hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Hal ini dinilai penting mengingat kondisi sosial masyarakat yang dinamis dan terus berubah.
“Semoga kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Kementerian Sosial dapat terus terjalin dengan baik, tanpa hambatan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Malang,” ucap Sanusi.
Selanjutnya, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa bantuan sosial akan diprioritaskan bagi masyarakat pada desil 1 atau kelompok paling miskin. Apabila alokasi masih tersedia, penyaluran akan dilanjutkan ke desil 2 dan selanjutnya desil 3.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa penentuan desil tidak dapat dilakukan oleh pendamping PKH, kepala daerah, maupun Menteri Sosial, melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga diharapkan tidak terjadi konflik kepentingan dalam penyaluran bantuan sosial.(den)



