Ubaidillah Masuk Bursa Kandidat Ketua Tanfidiyah PKB Bondowoso

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso mengusulkan tiga nama calon Ketua Tanfidz kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Muscab digelar di Ijen View Hotel & Resort pada Sabtu (4/4/2026) dengan agenda utama konsolidasi partai serta penjaringan calon pimpinan DPC PKB Bondowoso. Tiga nama yang diusulkan yakni H. Ahmad Dhafir yang saat ini menjabat Ketua DPC PKB periode 2021–2026.
Kemudian H. Tohari, Sekretaris DPC PKB periode yang sama, dan Ubaidilah, anggota DPRD Jawa Timur periode 2024–2029. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Datuk Seri Dr. Hajah Anggia Ermarini mengatakan, tiga kandidat ini merupakan kader terbaik PKB.
“Tiga Calon Ketua Tanfidz DPC PKB sudah diputuskan berdasarkan hasil pemetaan DPP dan DPW. Nama-nama tersebut kemudian kami tawarkan dalam forum Muscab untuk mendapatkan masukan,” ujarnya.
Anggia menambahkan, forum Muscab tetap membuka ruang bagi peserta untuk memberikan usulan tambahan maupun tanggapan terhadap nama-nama yang telah diajukan. Ia menegaskan hal tersebut sebagai bagian dari mekanisme demokrasi internal partai.
“Jika ada usulan nama lain dari peserta forum, tentu dipersilakan. Itu bagian dari proses demokratisasi di internal partai,” katanya. Dia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya.
Perubahan tersebut merupakan hasil keputusan dalam Muktamar PKB di Bali. “Forum Muscab tidak lagi menjadi ajang pembentukan faksi yang menimbulkan perpecahan, tetapi difokuskan untuk konsolidasi partai agar lebih solid dan demokratis,” jelasnya.
Menurut Anggia, peserta Muscab tetap memiliki hak menyampaikan pandangan, termasuk jika tidak sepakat dengan calon tertentu yang diusulkan. “Kalau ada yang tidak setuju, silakan disampaikan alasannya. Itu akan menjadi bahan pertimbangan DPP,” ujarnya.
Dalam menentukan Ketua Tanfidz, DPP PKB menetapkan sejumlah kriteria utama, meliputi rekam jejak perjuangan, pengabdian, prestasi kinerja di partai, serta komitmen terhadap ideologi PKB. Selain itu, masukan dari kiai dan tokoh kultural juga menjadi pertimbangan penting dalam proses penentuan. (Syamsul Arifin/Bernas)



