Polisi Sidak Distribusi Gas Melon di Situbondo, Pastikan Stok Aman di Tengah Isu Kelangkaan

BeritaNasional.id, SITUBONDO — Di tengah kekhawatiran warga soal potensi kelangkaan gas melon, jajaran kepolisian turun langsung memastikan kondisi di lapangan tetap aman. Polisi menyisir rantai distribusi LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, untuk memastikan pasokan energi bersubsidi itu benar-benar tersedia dan tersalurkan dengan lancar.
Langkah ini dilakukan Unit Pidsus Satreskrim Polres Situbondo melalui inspeksi mendadak (sidak). Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan. Jumat (10/4/2026).
Tak sekadar formalitas, sidak dilakukan secara menyeluruh. Polisi menyasar langsung Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Amilia Jaya Sentosa di Kecamatan Kapongan, salah satu titik vital distribusi gas di Situbondo.
Dalam kegiatan tersebut, polisi tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng perwakilan Pertamina, Hiswana Migas wilayah Banyuwangi-Situbondo, serta manajemen SPBE guna memastikan data dan kondisi di lapangan benar-benar valid.
Tim gabungan memeriksa berbagai aspek distribusi, mulai dari administrasi suplai di kantor manajemen, aktivitas bongkar muat gas, hingga proses pengisian tabung dan pengiriman ke agen.
Pengawasan dilakukan secara detail untuk memastikan tidak ada celah penyimpangan.Hasilnya, kondisi pasokan LPG 3 kg di Situbondo dipastikan dalam keadaan aman.
Setiap hari, SPBE tersebut menerima suplai sekitar 45 ton LPG dari Terminal LPG Bosowa Banyuwangi. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan distribusi ke 10 agen resmi di wilayah Situbondo.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi keterlambatan distribusi maupun kelangkaan gas di lapangan.
“Berdasarkan hasil pengecekan, kebutuhan LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Situbondo aman dan terkendali. Tidak ada keterlambatan ataupun kelangkaan,” ujar Agung.
Meski demikian, polisi tetap mengingatkan agar distribusi gas bersubsidi ini terus diawasi bersama. Sebab, LPG 3 kg merupakan kebutuhan vital masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Polisi juga membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan. Warga diminta tidak ragu melapor jika menemukan indikasi penyelewengan, seperti permainan harga atau penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri di nomor 110 yang dapat diakses secara gratis. Langkah proaktif ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas energi di daerah, sekaligus memastikan bantuan subsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Di tengah berbagai isu yang kerap memicu kepanikan, kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan kepastian, bahwa gas melon tetap tersedia dan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.



