Kadis BSBK Jelaskan Perbedaan Jembatan Darurat dan Permanen yang Disoal Warga

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Jembatan adalah suatu struktur yang dirancang untuk membentangi rintangan, seperti sungai atau rel kereta api, yang memungkinkan kendaraan, pejalan kaki, dan beban lainnya untuk melintas.
Sebagian besar jembatan terdiri dari geladak datar, yang ditopang oleh gelagar, pelengkung, atau kabel. Struktur-struktur ini bertumpu pada sebuah fondasi yang dirancang secara saksama untuk menyalurkan beban jembatan ke tanah dasar tanpa mengalami penurunan.
Seperti pembangunan jembatan darurat Sentong yang mendapat tanggapan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Kepala Dinas Bina Sumber Daya Konstruksi (BSBK), Ansori, menegaskan bahwa jembatan darurat Sentong tidak bisa disamakan dengan proyek infrastruktur permanen.
“Jembatan darurat dengan jembatan permanen fungsinya berbeda. Karena masyarakat tidak bisa membedakannya, ahirnya muncullah kritik. Pembangunan jembatan darurat tujuannya sebagai solusi sementara untuk membuka kembali akses warga,” jelasnya.
Jadi, lanjutnya, masyarakat harus paham perbedaan jembatan darurat dengan jembatan permanen. Tujuan dibangun jembatan darurat adalah agar akses masyarakat bisa segera terhubung kembali. Dalam situasi darurat, pemerintah dituntut bergerak cepat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh.
Pembangunan jembatan darurat lebih menitikberatkan pada kecepatan penanganan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Penggunaan material kayu yang sempat merupakan pilihan rasional dalam kondisi darurat karena mudah didapat dan mempercepat proses pembangunan.
Kalau menunggu semua harus seperti standar permanen, masyarakat bisa lebih lama terisolasi. Ini yang harus dipahami bersama. Pembangunan jembatan darurat tetap melalui pertimbangan teknis. Pihaknya juga melibatkan sejumlah instansi lain dalam proses pengerjaan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
“Saya mengingatkan agar informasi yang beredar disampaikan secara utuh, tidak sepotong-sepotong, karena dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Pemerintah terbuka terhadap kritik, namun kritik yang membangun,” saran Ansori.
Silakan kalau ingin mengecek langsung. Dinas BSBK terbuka. Tapi jangan melihat ini dari sudut pandang proyek permanen, karena jembatan Sentong yang dibangun bersifat darurat. Pembangunan jembatan darurat Sentong merupakan langkah cepat pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. (Syamsul Arifin/Bernas)



