
BeritaNasional.id, SITUBONDO – Inisiatif kreatif datang dari pemuda desa. Karang Taruna Mandiri 1/8 di Desa Tenggir, Kecamatan setempat, menghadirkan layanan WiFi murah berbasis sosial demi membantu warga mendapatkan akses internet dengan biaya terjangkau.
Program yang mulai dirintis sejak 5 September 2025 itu kini telah menjangkau lebih dari 200 anggota. Tak hanya menyediakan jaringan internet, hasil pengelolaan juga dikembalikan untuk kepentingan warga.

Ketua Karang Taruna Mandiri 1/8, Zaunur Rahman Amrullah, mengatakan ide tersebut berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari sulitnya akses LPG hingga mahalnya biaya paket data.
“Konsepnya dari warga untuk warga. Jadi apa yang dihasilkan, kita kembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk manfaat langsung,” ujar Zaunur, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, setiap anggota yang terdaftar akan mendapatkan sejumlah keuntungan sosial. Di antaranya bantuan isi ulang LPG 3 kilogram secara berkala, serta kontribusi dana sebesar Rp5.000 per bulan untuk masing-masing RT.
Tak hanya itu, setiap tahun anggota juga berkesempatan memperoleh bingkisan serta mengikuti undian doorprize dengan hadiah seperti kulkas, televisi, hingga mesin cuci.
Dari sisi layanan, WiFi yang disediakan memiliki dua jenis jaringan. Jaringan pertama bersifat privat dan hanya dapat digunakan di rumah anggota, sedangkan jaringan kedua dapat diakses secara lebih luas, bahkan hampir menjangkau seluruh desa.
“Dengan dua sinyal ini, warga bisa lebih hemat. Anak-anak tidak perlu lagi membeli paket data mahal untuk belajar atau sekadar berkomunikasi,” katanya.
Menariknya, Karang Taruna juga menyediakan titik kumpul atau area nongkrong dengan akses internet yang bisa digunakan secara bebas oleh warga.
Untuk bergabung, warga hanya dikenakan iuran Rp100.000 per bulan dengan biaya pemasangan gratis. Meski demikian, Zaunur menegaskan bahwa program ini bukan berorientasi bisnis.
“Keuntungannya sangat tipis. Tapi kepuasan kami adalah ketika warga merasa terbantu dan lebih efisien dalam pengeluaran,” ujarnya.
Sejumlah warga mengaku program tersebut sangat meringankan beban ekonomi, terutama bagi keluarga kurang mampu. Pengeluaran untuk membeli paket internet kini bisa ditekan, sementara akses informasi semakin mudah didapat.
Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana peran pemuda desa dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tingkat lokal.



