Puluhan Personel TNI Dikerahkan Bantu Warga Terdampak Longsor di Matangnga

BeritaNasional. ID POLMAN SULBAR— Puluhan personel TNI dari Kodim 1402/Polman dikerahkan ke lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (16/5/2026).
Personel TNI bersama warga bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup badan jalan serta membantu warga mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terdampak.
Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, sejak pagi hari personelnya telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat penanganan pasca-bencana.
“Sejak subuh tadi personel kita kerahkan membantu warga yang tertimpa musibah longsor, termasuk membersihkan akses jalan dan membantu evakuasi barang milik warga,” kata Ikhwan.
Bencana longsor yang terjadi pada Jumat sore itu dipicu tingginya curah hujan di wilayah pegunungan Matangnga. Material tanah, lumpur, dan batang pohon menutup akses jalan utama sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Bahkan, belasan titik longsor dilaporkan menutup akses jalan mulai dari Dusun Popanga, Desa Rangoan hingga Desa Katimbang. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dan sejumlah wilayah sempat terisolasi.
Selain menutup jalan, longsor juga menyebabkan empat rumah warga di Desa Katimbang terdampak. Dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya rusak ringan.
Tidak hanya itu, bencana tersebut juga mengakibatkan tiga wilayah di Kecamatan Matangnga sempat terisolasi, yakni Desa Rangoan, Desa Katimbang, dan Kelurahan Matangnga.
Di lokasi bencana, personel TNI tampak berjibaku membersihkan lumpur, mengangkat batang kayu yang terbawa longsor, hingga membantu warga membersihkan rumah dari timbunan material.
Ikhwan menegaskan, kehadiran TNI di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami akan terus membantu masyarakat sampai kondisi kembali normal dan akses warga bisa dilalui kembali,” ujarnya.
Sementara itu, warga setempat berharap penanganan akses jalan dapat segera rampung agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal, terutama distribusi kebutuhan pokok menuju wilayah terdampak. (Zik)



