Nusa Tenggara Timur

FKIP Undana Luncurkan PLP Domisili di TTS, Cetak Guru Profesional Langsung dari Daerah

 

BeritaNasional.ID, SO’E – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam mencetak calon guru profesional yang siap menjawab tantangan dunia pendidikan.

Pada tahun akademik 2026, FKIP Undana menerjunkan sekitar 1.740 mahasiswa untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), sekaligus meluncurkan inovasi PLP Domisili yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Program ini sejalan dengan visi FKIP Undana sebagai penghasil guru profesional dan berkarakter.

Dekan FKIP Undana, Prof. Malkisedek Taneo, menjelaskan bahwa sebagai LPTK, FKIP Undana memiliki mandat strategis untuk menghasilkan guru yang kompeten, berkualitas, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan.

“PLP merupakan bagian penting dalam kurikulum pendidikan calon guru. Melalui program ini mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami secara langsung dinamika kehidupan di sekolah sehingga memiliki kesiapan menjadi guru profesional,” ujar Prof. Taneo saat diwawancarai, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam kurikulum terbaru, PLP merupakan pengembangan dari Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang dirancang dalam dua tahapan. Tahap pertama berfokus pada observasi lingkungan sekolah, memahami budaya sekolah, administrasi, serta tugas dan tanggung jawab guru. Tahap kedua merupakan praktik mengajar, baik secara terbimbing bersama guru pamong maupun secara mandiri dengan pendampingan dosen pembimbing.

Selama menjalani PLP, mahasiswa juga diwajibkan melakukan refleksi bersama guru pamong dan dosen pembimbing untuk mengevaluasi seluruh pengalaman belajar di sekolah. Refleksi tersebut menjadi dasar penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik.

Menurut Prof. Taneo, mahasiswa yang mengikuti PLP dinilai berdasarkan empat kompetensi utama guru, yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Penilaian dilakukan secara bersama oleh guru pamong dan dosen pembimbing melalui berbagai indikator, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hingga penyusunan laporan akhir.

Tahun 2026 juga menjadi momentum penting bagi FKIP Undana dengan diluncurkannya Program PLP Domisili, sebuah skema magang yang memungkinkan mahasiswa melaksanakan PLP di daerah asal mereka melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi daerah pertama yang menerapkan program tersebut.

Pada Senin (13/7/2026) di Soe, Dekan FKIP Undana Prof. Malkisedek Taneo, didampingi Wakil Dekan I Damianus D. Samo, dan Wakil Dekan II Jakobis J. Messakh, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Penandatanganan PKS langsung dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kepala sekolah dan guru pamong sebagai persiapan penempatan mahasiswa magang di sejumlah SD dan SMP di Kota Soe dan sekitarnya selama empat hingga lima bulan.

Sebanyak 58 mahasiswa akan ditempatkan di 8 SMP, 6 SD, serta satu kelompok belajar di wilayah TTS. Selama menjalani magang, mahasiswa akan dibimbing secara intensif oleh guru pamong di sekolah dan dosen pembimbing dari FKIP Undana.

Salah satu keunggulan PLP Domisili adalah penerapan kebijakan rekognisi mata kuliah sesuai arah kebijakan Kementerian Pendidikan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengakuan untuk mata kuliah PLP sebesar 4 SKS, tetapi aktivitas mereka di sekolah juga dapat dikonversi menjadi minimal 10 SKS melalui pengakuan kompetensi dari beberapa mata kuliah lain yang relevan.

Dengan pola tersebut, proses belajar mahasiswa menjadi lebih efektif karena pengalaman praktik di sekolah diintegrasikan langsung dengan capaian pembelajaran di perguruan tinggi.

Selain itu, mahasiswa juga memperoleh kesempatan lebih luas untuk memahami persoalan pendidikan di daerah, membangun hubungan dengan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Prof. Taneo berharap program PLP Domisili menjadi model baru dalam pendidikan calon guru yang berdampak langsung bagi daerah.

“Melalui PLP Domisili, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi guru, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, dan masyarakat di daerah asalnya. Ini merupakan bentuk nyata implementasi Merdeka Belajar sekaligus penguatan kolaborasi antara FKIP Undana dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan PLP tahun 2026 dan inovasi PLP Domisili di Kabupaten Timor Tengah Selatan, FKIP Undana menegaskan perannya sebagai LPTK yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi pembangunan pendidikan di daerah.*

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button