Dua Pria Bawa Celurit Diamankan di Situbondo, Polisi: Dipicu Ejekan di Medsos

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Kepolisian Resor Situbondo angkat bicara terkait kabar viral di media sosial mengenai dugaan konflik antar kelompok yang berujung rencana tawuran. Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah konflik organisasi, melainkan persoalan pribadi yang dipicu saling ejek di media sosial.
“Tidak benar jika dikaitkan dengan organisasi. Ini murni perselisihan pribadi yang berawal dari kesalahpahaman dan saling ejek di media sosial,” ujar Bayu, Selasa (21/7/2026).
Polisi sebelumnya mengamankan dua pria yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di wilayah Desa Kotakan, Situbondo. Dari tangan keduanya, petugas menyita dua bilah celurit serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dan memicu perselisihan.
Kedua pria tersebut diketahui berinisial MHD (40) dan RWN (40), warga Kabupaten Bondowoso. Hingga saat ini, status hukum keduanya masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
“Untuk statusnya masih kami dalami, karena yang bersangkutan belum melakukan tindak pidana secara langsung. Namun kami lakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan,” jelasnya.
Sementara itu, seorang warga Situbondo berinisial RR yang disebut sebagai pihak yang terlibat dalam perselisihan mengaku sempat menerima ancaman melalui pesan pribadi. Ia mengungkapkan, pelaku mengirimkan pesan bernada intimidasi yang membuatnya merasa terancam.
“Beberapa hari terakhir saya dihubungi lewat pesan pribadi dan diancam akan dibunuh. Bahkan disebut-sebut saya akan jadi korban berikutnya,” ungkap RR.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial serta mengedepankan penyelesaian masalah secara bijak tanpa kekerasan.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak terpancing emosi yang dapat berujung pada tindakan melanggar hukum,” pungkasnya



