Malang

Kebakaran Gunung Kawi Malang Meluas hingga 1.459 Hektare, Tim Gabungan Dikerahkan

BeritaNasional.ID, Kabupaten Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, makin meluas. Hingga Jumat (18/9/2026) malam, tim gabungan mencatat total area yang terhitung hangus dilalap si jago merah telah menembus 1.459 hektare.

Data BPBD Kabupaten Malang menunjukkan, titik api tersebar di dua wilayah utama. Sekitar 385 hektare lahan terbakar berada di kawasan Pos Lapang Merkusi, sementara 1.074 hektare Sisanya menghanguskan wilayah Pos Lapang Selorejo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menjelaskan bahwa operasi pemadaman kini dilakukan secara masif lewat jalur darat maupun udara.

“Upaya pemadaman darat dan water bombing terus kami maksimalkan untuk melokalisasi pergerakan api,” ujar Purwoto.

Medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan berat bagi puluhan petugas di lapangan. Pada Jumat dini hari, sebanyak 54 personel dari Pos Pantau Keraton harus menempuh perjalanan darat selama lebih dari 13 jam untuk mencapai titik api di Puncak Pitrang.

Langkah serupa dilakukan 43 personel Pos Pantau Merkusi yang menembus jalur menuju Puncak Batu Tulis, serta 15 personel dari Pos Pantau Dalisodo yang bergegas mengamankan area Puncak Gunung Malang.

Meski ratusan petugas telah diterjunkan, pantauan visual hingga Jumat malam mengindikasikan kobaran api masih menyala di beberapa titik krusial. Selain Puncak Pitrang dan Puncak Batu Tulis, kobaran api juga terlihat memicu asap tebal di Gunung Malang Kucur serta wilayah timur Pos 3 pada jalur pendakian Buthak-Panderman.

Guna membantu penanganan di medan sulit, BPBD Provinsi Jawa Timur mengerahkan helikopter pemadam. Sedikitnya 16 kali muatan air (water bombing) telah dijatuhkan di titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Saat ini, Pos Lapang Merkusi di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, disiagakan sebagai pusat kendali penanganan karhutla. Tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, TNI-Polri, Perhutani, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) kini memfokuskan strategi pada pembuatan ilarran atau sekat bakar. Pembuatan sekat ini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk memutus rantai penyebaran api agar kebakaran tidak kian meluas.(den)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button