Malang

Logo Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang Resmi Diluncurkan, Usung Semangat Kolaborasi dan Pariwisata Berbasis Budaya

BeritaNasional,ID. Malang — Pemerintah Kabupaten Malang resmi meluncurkan Logo Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (25/7/2026). Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang yang akan berlangsung hingga puncak perayaan pada 28 November 2026.

Meski berlangsung tanpa kehadiran Bupati Malang, Wakil Bupati Malang, maupun Sekretaris Daerah karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, kegiatan tetap berjalan dengan khidmat. Pemerintah Kabupaten Malang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, sementara sejumlah kepala OPD, pelaku seni, budaya, pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan turut hadir.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang, Yati Nur Hayati, mengatakan peluncuran logo menjadi titik awal seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia hingga akhir November 2026.

Menurutnya, sedikitnya 18 agenda telah disusun, mulai dari kegiatan inti hingga kegiatan pendukung. Beberapa di antaranya adalah Jayanti Singhasari, Kanjuruhan Karnival, berbagai perlombaan seni, budaya, olahraga, hingga kegiatan keagamaan seperti khotmil Al-Qur’an dan ziarah kubur.

Jayanti Singhasari dijadwalkan kembali digelar di kawasan Candi Singosari sekitar Agustus 2026 dengan mengangkat kisah baru yang tetap berlandaskan sejarah Kerajaan Singhasari. Sementara Kanjuruhan Karnival akan berlangsung pada awal November 2026 di kawasan Stadion Kanjuruhan selama sekitar sepuluh hari dengan menghadirkan pameran, expo, serta beragam perlombaan yang melibatkan sedikitnya 150 stan peserta.

Mengusung tema “Malang Makmur Berdaya Saing”, Yati menjelaskan tema tersebut dipilih sebagai upaya memperkenalkan potensi Kabupaten Malang sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mengenal kekayaan daerahnya melalui berbagai kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, panitia memastikan kemeriahan Hari Jadi tetap terjaga melalui semangat kolaborasi. Penyelenggaraan kegiatan tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga melibatkan UMKM, sektor perbankan, pelaku wisata, budayawan, seniman, Dewan Kesenian Kabupaten Malang, dunia pendidikan, perhotelan, hingga berbagai komunitas.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang juga dilibatkan sesuai bidang masing-masing. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menjadikan Hari Jadi Kabupaten Malang sebagai pesta rakyat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisata, pertumbuhan UMKM, serta penguatan perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan peluncuran logo merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Diskopindag Kabupaten Malang.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempertemukan para pelaku pariwisata, asosiasi wisata, pengelola destinasi wisata dengan tingkat kunjungan tertinggi, hingga perwakilan hotel yang selama ini bersinergi menghadirkan pertunjukan seni bagi wisatawan.

Firmando menegaskan, ke depan kunjungan wisata ke Kabupaten Malang tidak hanya bertumpu pada destinasi alam, tetapi juga diperkuat melalui seni dan budaya sebagai identitas daerah. Menurutnya, kebudayaan merupakan fondasi yang mampu membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan.

Sebagai bagian dari pelestarian budaya, pada malam harinya juga digelar pertunjukan Wayang Topeng Malangan yang menjadi media penyampaian nilai-nilai moral kepada generasi muda. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga terus mengembangkan Gerakan Panji Budaya sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur yang diwujudkan dalam budaya pelayanan dan keramahan masyarakat.

Logo Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang sendiri mengandung berbagai makna filosofis. Daun pada angka dua melambangkan kekayaan alam dan kepedulian terhadap lingkungan, gelombang ombak menggambarkan potensi pesisir selatan, warna-warni merepresentasikan keberagaman seni budaya, siluet obor menjadi simbol ilmu pengetahuan dan inovasi, padi emas melambangkan kemakmuran, sementara Burung Cucak Ijo menjadi simbol keramahan dan identitas Kabupaten Malang.

Melalui peluncuran logo tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, melestarikan budaya, mengembangkan sektor pariwisata, serta bersama-sama mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin makmur, maju, dan berdaya saing. (den)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button