DaerahHukum & KriminalJawa TimurRagamSitubondo

Terlanjur Selamatan, 18 Calon Jemaah Umroh Situbondo Gagal Berangkat, Warga: PT Kiswah Haramain Mengecewakan

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Belasan calon jemaah umrah asal Kabupaten Situbondo mengaku kecewa setelah gagal berangkat ke Tanah Suci dan justru dipulangkan dari Surabaya. Para calon jemaah tersebut sebelumnya dijadwalkan berangkat melalui PT Kiswah Haramain Travelindo, perusahaan yang beralamat di Perumahan Taman Surya Kencana, Cluster Merkurius Blok A Nomor 28-29, Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebelumnya, beredar informasi sekitar 30 calon jemaah umrah gagal diberangkatkan. Dari jumlah tersebut, 18 orang di antaranya disebut merupakan warga Kabupaten Situbondo. Salah seorang calon jemaah yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Bunga mengaku sangat kecewa dengan kondisi yang dialaminya.

Bunga mengatakan, dirinya awalnya dihubungi agen PT Kiswah Haramain di Situbondo untuk mengikuti keberangkatan umrah.

Ia bersama calon jemaah lainnya kemudian berangkat dengan harapan dapat segera menuju Tanah Suci. Namun, perjalanan yang diharapkan justru berubah menjadi ketidakpastian.

“Katanya berangkat ke Jakarta dan setelah itu akan menuju Mekkah. Tapi ternyata kami dibawa ke Sukolilo, Surabaya,” ujar Bunga, Sabtu (12/9/2026).

Selama sekitar dua hari berada di Sukolilo, para calon jemaah kemudian dipindahkan ke sebuah lokasi di Sidoarjo yang berada tidak jauh dari bandara.

Saat itu, kata Bunga, pihak travel kembali memberikan kepastian bahwa mereka akan diberangkatkan pada 28-29 Agustus 2026. Namun, hingga tanggal yang dijanjikan, keberangkatan kembali tertunda.

“Ketika tanggal 29 Agustus, pihak PT Kiswah mengatakan keberangkatan ditunda sekitar tanggal 30-31 Agustus. Kemudian dijanjikan lagi tanggal 2 September,” katanya.

Akan tetapi, hingga 2 September bahkan sampai 5 September, keberangkatan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Karena merasa tidak mendapatkan kepastian, para calon jemaah kemudian mendatangi kantor PT Kiswah Haramain untuk meminta penjelasan.

Mereka juga melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Meski demikian, Bunga mengatakan, para calon jemaah masih sempat mendapatkan janji akan diberangkatkan.

“Setelah itu kami tetap dijanjikan akan berangkat. Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ucapnya.

Sudah Selamatan, Malu kepada Keluarga dan Tetangga
Bagi Bunga, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut uang dan kegagalan berangkat ke Tanah Suci.

Ia mengaku sangat malu kepada keluarga besar dan para tetangga karena sebelumnya sudah mempersiapkan keberangkatan, termasuk menggelar acara selamatan.

Menurut Bunga, keluarga dan tetangga sudah mengetahui rencana keberangkatannya untuk menjalankan ibadah umrah.

“Kami sudah selamatan, keluarga besar dan tetangga juga sudah tahu kalau saya mau berangkat umrah,” katanya.

Karena keberangkatan tersebut akhirnya tidak terealisasi, Bunga mengaku merasa malu dan terpukul ketika harus menjelaskan kepada keluarga maupun tetangga bahwa dirinya ternyata belum jadi berangkat.

“Rasanya sangat malu. Semua sudah dipersiapkan, sudah selamatan, sudah pamit kepada keluarga dan tetangga, tetapi ternyata sampai sekarang tidak berangkat,” ujarnya.

Ia berharap pihak travel memberikan kejelasan mengenai nasib seluruh calon jemaah, termasuk kepastian keberangkatan atau penyelesaian persoalan biaya yang telah mereka keluarkan.

Sementara itu, Budi Santoso, SH, selaku kuasa hukum para jemaah, mengatakan pihaknya masih menghimpun data dan keterangan dari seluruh calon jemaah yang terdampak.

“Kami masih mengumpulkan data-data sebelum mengambil langkah lanjutan,” ujar Budi saat dihubungi.

Budi belum menjelaskan secara rinci langkah hukum yang akan ditempuh. Ia mengatakan, pihaknya terlebih dahulu memastikan seluruh data dan keterangan dari para jemaah terkumpul.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak PT Kiswah Haramain Travelindo terkait keluhan dan dugaan kerugian yang disampaikan para calon jemaah tersebut.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button