DaerahHeadlineJawa TimurRagamSitubondo

Panen Raya Jagung Perdana Rutan Situbondo, Warga Binaan Hasilkan 20 Ton dari Lahan Perhutani

BeritaNasional.id, SITUBONDO — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo menggelar panen raya jagung super hibrida varietas Bisi-18, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Panen dilakukan di lahan seluas 3 hektar milik Perhutani Bondowoso yang selama ini dikelola bersama sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 20 ton jagung.

Kepala Rutan Situbondo, Suwono, memimpin langsung kegiatan panen bersama jajaran petugas dan warga binaan. Suasana kebersamaan terlihat saat seluruh pihak turun ke lahan memanen jagung yang telah memasuki masa panen.

“Panen raya ini merupakan hasil kerja keras bersama antara petugas dan warga binaan. Ini membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan karya produktif jika diberikan pembinaan yang tepat,” ujar Suwono.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan. Melalui proses budidaya hingga panen, mereka dibekali keterampilan di bidang pertanian yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Varietas jagung Bisi-18 dipilih karena memiliki produktivitas tinggi dan kualitas hasil yang baik. Selama masa tanam, proses budidaya dilakukan dengan pendampingan serta pengawasan petugas guna memastikan hasil yang optimal.

Selain itu, pemanfaatan lahan milik Perhutani Bondowoso menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan sektor pangan.

Suwono menjelaskan, hasil panen akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembinaan, di antaranya sebagai premi bagi warga binaan yang terlibat, pengembangan program kemandirian, serta kegiatan bakti sosial bagi masyarakat.

Lebih jauh, program ini juga mendukung pelaksanaan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pemberdayaan warga binaan. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini turut membentuk etos kerja, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas,” kata Suwono.

Panen raya ini sekaligus menjadi contoh bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button