Bupati Sanusi Bekali 507 Mahasiswa Baru UNIRA Malang untuk Sambut Indonesia Emas 2045

BeritaNasional,ID. Kabupaten Malang – Sebanyak 507 mahasiswa baru Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang resmi memulai perjalanan akademiknya melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Bupati Malang H.M. Sanusi, M.M. mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, bekerja keras, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Pembukaan PKKMB digelar pada Sabtu (5/9/2026).
PKKMB yang berlangsung 5 – 12 September 2026 itu menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, aktivitas kemahasiswaan, serta budaya kehidupan di UNIRA Malang. Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang awal untuk membentuk karakter dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi proses pendidikan selama menempuh studi di perguruan tinggi.
Sebagai perguruan tinggi yang menguatkan identitas berbasis nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, rangkaian pembukaan PKKMB diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut berlangsung dalam suasana bulan kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus menanamkan nilai keagamaan sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.
Laporan pembukaan disampaikan Wakil Rektor III UNIRA Malang, Dr. Hasan Bisri, M.Pd. Ia menyebut seluruh 507 peserta merupakan mahasiswa baru yang telah terdaftar pada Tahun Akademik 2026/2027.
Menurutnya, PKKMB menjadi tahapan awal untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan kampus, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan kemahasiswaan.
Sementara itu, Rektor UNIRA Malang KH. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D., atau yang akrab disapa Gus Im, mengajak mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk menempa diri.
Ia mengutip maqolah Syekh Abdul Qadir Jaelani mengenai pentingnya ilmu sekaligus kemampuan memahami kehidupan masyarakat sebagai bekal seorang pemimpin. Menurut Gus Im, kepemimpinan tidak cukup hanya ditopang kecerdasan, tetapi juga membutuhkan ilmu, karakter, kemampuan bersosial, dan keteladanan.
“Semangat inilah yang terus kami bangun di UNIRA Malang. Kami ingin menyiapkan pemimpin-pemimpin bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui prakarsa Khaira Ummah: memperjuangkan kebenaran, mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada Allah SWT,” ujarnya.
Gus Im menegaskan, empat tahun masa perkuliahan harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan ilmu, karakter, kepemimpinan, sekaligus memperbanyak pengalaman.
“Kami ingin ketika mereka lulus nanti, mahasiswa bukan hanya menjadi sarjana yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berintegritas, peduli kepada masyarakat, dan siap mengambil peran dalam membangun bangsa,” pesannya.
Pesan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Bupati Malang H.M. Sanusi. Di hadapan mahasiswa baru, Sanusi menekankan pentingnya belajar dan bekerja keras sebagai bagian dari proses membentuk generasi muda yang unggul.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian materi. Kesungguhan dalam menuntut ilmu, kemauan memperbaiki diri, serta kemampuan memberikan manfaat kepada orang lain menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan.
“Jangan pernah berhenti belajar dan jangan takut bekerja keras. Jadilah pribadi yang hari ini lebih baik daripada kemarin. Padukan ilmu dengan ikhtiar, kerja keras dengan doa, dan usaha dengan tawakal. Karena manusia wajib berusaha, sementara Allah SWT yang menentukan hasilnya,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan aspek spiritual selama menjalani proses pendidikan. “Jangan lupa menjaga salat tahajud agar setiap perjuangan mendapat keberkahan dan ridha-Nya,” lanjutnya.
Pembukaan PKKMB semakin meriah dengan penampilan tari dan seni pencak silat yang dibawakan mahasiswa. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari pengenalan potensi seni dan budaya sekaligus memberikan suasana berbeda di tengah rangkaian kegiatan pembukaan.
Sejumlah tokoh dan jajaran pemerintahan Kabupaten Malang turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya H. Kholiq dan Sudarman, S.Pd., bersama jajaran pembina dan pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Islam Raden Rahmat.
Bagi 507 mahasiswa baru, pembukaan PKKMB tersebut menjadi langkah pertama sebelum menjalani kehidupan akademik di UNIRA Malang. Lebih dari sekadar mengenalkan lingkungan kampus, rangkaian kegiatan itu diharapkan menjadi awal pembentukan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, serta landasan spiritual.
Melalui proses pendidikan selama empat tahun, UNIRA Malang ingin mahasiswa tidak berhenti pada capaian sebagai sarjana. Mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi Khaira Ummah yang mampu berkarya, memberi dampak positif, menebarkan perdamaian, serta mengambil peran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (den)



